JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Sektor pariwisata Kabupaten Sumenep menunjukkan momentum pertumbuhan yang semakin kuat memasuki Oktober 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep merilis data terbaru yang menegaskan adanya peningkatan signifikan baik pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel maupun jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus).
Dalam laporan tersebut, TPK hotel di Sumenep pada Oktober 2025 mencapai 18,87 persen, tumbuh 1,08 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bahwa geliat sektor pariwisata kembali menghangat di wilayah paling timur Pulau Madura itu.
Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Joko Santoso, S.E., M.Si., menyebut bahwa peningkatan TPK tidak hanya menggambarkan aktivitas perhotelan, tetapi juga mencerminkan meningkatnya minat wisatawan untuk berlibur ke Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kenaikan tingkat penghunian kamar ini merupakan bukti bahwa sektor pariwisata Sumenep mulai mengalami tren pemulihan yang lebih kuat. Aktivitas wisata yang tumbuh ikut menggerakkan perekonomian daerah secara lebih luas,” kata Joko dalam press releasenya, Rabu (03/12/2025).
Selain itu, pergerakan wisatawan domestik juga menunjukkan capaian mengesankan. Tercatat lebih dari 235 ribu perjalanan wisatawan nusantara menuju Kabupaten Sumenep selama bulan Oktober, atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan bulan September 2025. Lonjakan ini dinilai cukup signifikan, mengingat pola kunjungan wisata yang umumnya mulai fluktuatif menjelang akhir tahun.
Joko Santoso, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pertumbuhan ini tidak lepas dari kombinasi strategi promosi, peningkatan infrastruktur pendukung wisata, serta penyelenggaraan event budaya yang terus berlangsung.
“Antusiasme wisatawan untuk datang ke Sumenep meningkat tajam. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pengembangan destinasi dan promosi daerah mulai memberikan hasil nyata dan berdampak langsung,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Sumenep diprediksi akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur. Daya tarik alam, kekayaan budaya, serta layanan perhotelan yang terus membaik menjadi modal kuat bagi daerah ini untuk tampil lebih menonjol dalam peta pariwisata nasional. (REDJAVA****)









