Disdik Sumenep Luncurkan Pelatihan Guru TK dan SD: Jembatan Transisi PAUD-SD Harus Menyenangkan, Bukan Menegangkan

- Redaksi

Senin, 21 Juli 2025 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdik Sumenep Luncurkan Pelatihan Guru TK dan SD: Jembatan Transisi PAUD-SD Harus Menyenangkan, Bukan Menegangkan di Hotel Azmi, Senin (21/07/2025)

Disdik Sumenep Luncurkan Pelatihan Guru TK dan SD: Jembatan Transisi PAUD-SD Harus Menyenangkan, Bukan Menegangkan di Hotel Azmi, Senin (21/07/2025)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Transformasi pendidikan dasar tak cukup hanya dengan kurikulum. Ia memerlukan jembatan yang kokoh antara dunia anak-anak dan harapan sistem. Di titik krusial itulah, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru TK dan SD dalam Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan, yang dimulai Senin (21/7/2025) dan akan berlangsung hingga 25 Juli 2025, bertempat di Hotel Asmi, Sumenep.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya, Fairusi menyoroti bahwa proses transisi dari PAUD ke SD bukan hanya soal perubahan tempat belajar atau bergantinya jenjang pendidikan, tetapi merupakan salah satu fase perkembangan paling sensitif dalam kehidupan anak. Sayangnya, proses transisi tersebut selama ini masih sering diperlakukan seperti “pemutusan” pengalaman belajar, bukan keberlanjutan yang utuh.

“Kita terlalu cepat memaksa anak-anak menyesuaikan diri dengan dunia yang belum mereka pahami. Duduk rapi, menyalin panjang, atau bahkan mengikuti ulangan harian sejak minggu pertama. Ini praktik yang tidak berpihak pada anak,” tegas Fairusi.

Pelatihan ini diikuti oleh 108 peserta, terdiri dari 54 guru TK dan 54 guru SD kelas awal yang tersebar dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Sumenep. Dengan menghadirkan fasilitator tersertifikasi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI), kegiatan ini dirancang dengan pendekatan partisipatif: mulai dari diskusi, studi kasus, simulasi, hingga penyusunan rencana aksi transisi di satuan pendidikan masing-masing.

Baca Juga :  2 Dekade HIMPAUDI: Merajut Kebersamaan, Menguatkan Peran Pendidik PAUD di Sumenep

Menurut Fairusi, pelatihan ini bukan sekadar meningkatkan keterampilan teknis guru, melainkan membangun kesadaran baru tentang pentingnya kesinambungan belajar anak. Ia mengingatkan bahwa kelas 1 SD bukan ruang yang harus segera dipenuhi target akademik, melainkan menjadi lanjutan alami dari dunia PAUD yang penuh kasih sayang, permainan edukatif, dan pendekatan holistik.

“Satuan pendidikan dasar harus menjadi rumah kedua bagi anak. Tempat mereka tumbuh, merasa diterima, merasa senang, dan dipersiapkan dengan penuh cinta. Bukan ruang tekanan akademik yang membuat mereka kehilangan makna belajar,” ujarnya penuh penekanan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara guru TK dan guru SD. Menurutnya, transisi yang ideal hanya bisa tercapai jika kedua pihak saling terbuka, berkomunikasi, dan bekerja sama secara berkelanjutan.

“Guru TK tidak boleh hanya melepas anak di pintu SD, dan guru SD tidak cukup hanya menyambut. Keduanya harus menyatu, membangun jembatan yang kokoh, agar anak-anak kita bisa melangkah dengan penuh percaya diri di setiap jenjang pendidikannya,” jelasnya.

Lebih dari itu, Fairusi mengajak seluruh peserta pelatihan untuk menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi dan komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih manusiawi. Ia berharap, praktik baik yang muncul dari pelatihan ini dapat menyebar ke seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep sebagai bagian dari gerakan kolektif transformasi pendidikan dasar.

“Mari kita pastikan, bahwa setiap anak yang memasuki sekolah dasar tetap membawa rasa ingin tahunya, senyumnya, dan semangat belajarnya bukan malah kehilangan semangat hanya karena kita tidak siap menyambutnya dengan cara yang tepat,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Tekankan Integritas dan Nasionalisme
Renungan Suci di Tengah Malam, Kapolresta Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan
Kapolresta Sumenep Sambang AWDI, Sinergi Informasi dan Kamtibmas Jadi Bahasan
Tanam Tembakau atau Rugi? Ini Pesan Bupati Fauzi kepada Para Petani
Polresta Sumenep Raih Pelayanan Prima A, Bukti Nyata Komitmen Layani Masyarakat
Siswa MAN Sumenep Unjuk Gigi di Ajang Provinsi, Mini Drama Angkat Moderasi Beragama dan Budaya Lokal
Atlet Muda Sumenep Cetak Prestasi di Lamongan, Ketua PBSI: Semoga Jadi Semangat Atlet Lain
Rangkaian Mubes BEM-KM STAIM, Debat Kandidat Bongkar Strategi Membangun Organisasi Progresif

BERITA TERKAIT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Paskibraka Sumenep 2026 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Tekankan Integritas dan Nasionalisme

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Renungan Suci di Tengah Malam, Kapolresta Sumenep Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Kapolresta Sumenep Sambang AWDI, Sinergi Informasi dan Kamtibmas Jadi Bahasan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Tanam Tembakau atau Rugi? Ini Pesan Bupati Fauzi kepada Para Petani

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Polresta Sumenep Raih Pelayanan Prima A, Bukti Nyata Komitmen Layani Masyarakat

BERITA TERBARU