JAVANETWORK.CO.ID.MALANG — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi tata kelola keuangan daerah berbasis digital. Hal ini ditunjukkan melalui keikutsertaan TP2DD Sumenep dalam kegiatan Capacity Building dan pengisian Survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester I Tahun 2025 yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan strategis yang berlangsung pada 9–11 Juli 2025 ini dipusatkan di Hotel Grand Mercure Miramar, Kota Malang. Agenda tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Kemenko Perekonomian Nomor B/EK.03.05/18/D.I.M.EKON.2/06/2025 tertanggal 13 Juni 2025, yang menekankan pentingnya penguatan indeks ETPD sebagai indikator utama kemajuan digitalisasi keuangan daerah di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan ini, TP2DD Sumenep diwakili oleh Eko Sulistyo, S.Sos, selaku Kasubid Pengendalian dan Evaluasi pada Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sumenep. Ia hadir mewakili Kepala Bappenda, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si., yang berhalangan hadir secara langsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikonfirmasi seusai kegiatan, Jumat (11/7/2025), Eko menuturkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menyelaraskan strategi percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah dengan kebijakan nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat mengukur sejauh mana capaian digitalisasi keuangan daerah Sumenep, serta melakukan perbaikan pada aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan. Apalagi dengan asistensi langsung dari tim teknis KPwBI, Kemenkeu, dan Kemenko Perekonomian, kami mendapatkan penguatan substansi sekaligus pelatihan teknis yang sangat aplikatif,” kata Eko.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran TP2DD Kabupaten Sumenep juga menjadi ajang refleksi atas capaian roadmap digitalisasi yang telah dirancang, serta menjadi titik evaluasi terhadap kendala struktural yang mungkin menghambat optimalisasi elektronifikasi transaksi daerah.
“Beberapa tantangan masih kami hadapi, terutama pada aspek interkoneksi sistem dan pemutakhiran data antar-OPD. Namun secara umum, Sumenep terus berprogres ke arah yang positif, dan kegiatan ini memperkaya perspektif kami dalam menyusun strategi konkret ke depan,” sambungnya.
Eko juga menegaskan bahwa dukungan dari pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Sekretaris Daerah, hingga Kepala Bappenda sangat penting dalam menjaga konsistensi implementasi kebijakan digitalisasi. Menurutnya, keberhasilan ETPD bukan semata urusan teknis, tetapi membutuhkan sinergi lintas sektor dan penguatan tata kelola digital.
“Kami sangat mengapresiasi fasilitasi dari Bank Indonesia, baik dari sisi substansi, pelatihan teknis, hingga dukungan akomodasi. Ini bukti nyata bahwa digitalisasi daerah adalah program lintas kelembagaan yang sangat strategis,” ujarnya.
Sebanyak 15 instansi TP2DD kabupaten/kota di Jawa Timur turut hadir dalam kegiatan ini, yaitu:
1. TP2DD Provinsi Jawa Timur
2. TP2DD Kota Surabaya
3. TP2DD Kota Mojokerto
4. TP2DD Kabupaten Sidoarjo
5. TP2DD Kabupaten Gresik
6. TP2DD Kabupaten Lamongan
7. TP2DD Kabupaten Tuban
8. TP2DD Kabupaten Bojonegoro
9. TP2DD Kabupaten Mojokerto
10. TP2DD Kabupaten Jombang
11. TP2DD Kabupaten Bangkalan
12. TP2DD Kabupaten Pamekasan
13. TP2DD Kabupaten Sumenep
14. TP2DD Kabupaten Sampang
15. Kantor Pusat Bank Jatim
Lebih lanjut Eko berharap hasil survei ETPD Semester I Tahun 2025 dapat mencerminkan kerja keras seluruh unsur TP2DD Kabupaten Sumenep, dan menjadi pemicu semangat untuk melanjutkan transformasi digital secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“InsyaAllah, semangat digitalisasi akan terus kita rawat bersama. Kami optimis, dengan kerja kolaboratif dan dukungan kebijakan yang kuat, Sumenep mampu bersaing dan tampil sebagai daerah yang adaptif dan inovatif dalam tata kelola fiskal digital,” pungkas Eko. (REDJAVA****)









