JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada penguatan numerasi guru.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Numerasi bagi Guru SD dan SMP Tahun 2026 yang digelar selama empat hari, mulai 13 hingga 16 April 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Asmi Sumenep dan diikuti sebanyak 106 peserta yang terdiri dari 75 guru SD dan 31 guru SMP serta dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep H. Moh. Iksan.,S.Pd.,M.T., Senin (13/04/2026).
Pelatihan ini menghadirkan para akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yakni Prof. Dr. Dadang Juandi, M.Si, Dr. Herman Syafri, M.Pd, Dr. Lukman, M.Si, serta Dr. Bambang Avip Priatna, M.Si, yang memberikan penguatan materi sekaligus praktik langsung kepada para peserta.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh capaian numerasi yang masih perlu mendapat perhatian serius.
“Berdasarkan Rapor Pendidikan Tahun 2025, kemampuan numerasi di Kabupaten Sumenep masih berada pada kategori sedang. Untuk jenjang SD berada di angka 43,2 persen dan mengalami penurunan, sementara SMP di angka 61,85 persen meski menunjukkan tren peningkatan,” kata Kabid GTK Akhmad Fairusi
Menurut Akhmad Fairusi, data tersebut menjadi dasar kuat bagi Dinas Pendidikan melalui Bidang GTK untuk melakukan intervensi melalui peningkatan kapasitas guru.
“Numerasi bukan sekadar berhitung. Ini adalah fondasi berpikir logis, kritis, dan sistematis. Karena itu, penguatan di level guru menjadi langkah strategis,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang aplikatif. Metode yang digunakan meliputi presentasi, diskusi, studi kasus, hingga berbagi praktik baik (best practices).
Materi yang diberikan pun cukup komprehensif, mulai dari pembelajaran matematika efektif, pendalaman konsep, permainan matematika, hingga strategi menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA).
“Kami mendorong guru untuk mampu mendesain pembelajaran berbasis joyful learning. Artinya, siswa belajar matematika dengan cara yang menyenangkan dan tidak lagi menjadi momok,” tegas Fairusi.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan menyusun soal berbasis penalaran serta strategi penyelesaian soal aritmatika, geometri, dan statistika.
Untuk menjaga kualitas pelatihan, sebanyak 106 peserta dibagi ke dalam empat kelas. Hal ini dilakukan agar proses pembelajaran lebih efektif dan interaktif.

“Kami ingin memastikan setiap peserta benar-benar mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, bukan sekadar mengikuti pelatihan secara formalitas,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mengacu pada berbagai regulasi nasional, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021, hingga Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari DIPA Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2026.
Melalui pelatihan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melalui Bidang GTK berharap para guru mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas masing-masing, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas numerasi siswa.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut dalam praktik nyata di sekolah. Guru harus menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” pungkas Fairusi.
Dengan kolaborasi bersama akademisi UPI dan semangat para guru, pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep, sekaligus menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. (REDJAVA****)











