JAVANETWORK.CO.ID.KLATEN – Teriknya matahari di bulan suci Ramadan tak menyurutkan semangat para perantau Madura yang tergabung dalam Paguyuban Tretan Kelontong Madura (TKM). Mereka tetap antusias menghadiri pertemuan rutin mingguan yang digelar pada Minggu (08/03/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di Sekretariat Paguyuban TKM yang berlokasi di RT 05 RW 10 Perumahan Griya Trunuh Indah No. A3, Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para anggota untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas di tanah perantauan.
Ketua Paguyuban Tretan Kelontong Madura, Andi Priyo Subarno, menegaskan bahwa pertemuan rutin tersebut merupakan agenda wajib bagi seluruh anggota. Menurutnya, kegiatan itu tidak sekadar forum berkumpul, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebersamaan antarperantau Madura.
“Pertemuan rutin ini bersifat wajib bagi anggota. Tujuannya agar silaturahmi tetap terjaga dan hubungan persaudaraan antarperantau Madura semakin kuat,” kata Andi Priyo Subarno, Minggu (08/03/2026).
Ia menjelaskan, selain mempererat hubungan kekeluargaan, pertemuan kali ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial berupa pengumpulan zakat fitrah dari para anggota paguyuban.
“Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kami juga sekaligus mengumpulkan zakat fitrah dari para anggota. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Andi menambahkan, zakat fitrah yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat di wilayah Klaten yang benar-benar membutuhkan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga sekaligus mempererat hubungan antara komunitas perantau dengan masyarakat setempat.
“Zakat fitrah yang terkumpul nantinya akan kami salurkan kepada masyarakat Klaten yang benar-benar membutuhkan. Kami berharap keberadaan paguyuban ini tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkap pria asli Sumenep itu.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para anggota yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang kelontong tampak saling berbincang dan bertukar cerita tentang usaha maupun kehidupan di perantauan.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, Paguyuban Tretan Kelontong Madura berharap nilai kebersamaan, gotong royong, serta semangat berbagi di bulan suci Ramadan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perantau Madura dengan masyarakat Klaten. (REDJAVA****)












