JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep pagi itu berubah menjadi panggung keceriaan. Dentang tawa, tepuk tangan, dan sorakan riuh terdengar bersahut-sahutan. Semua larut dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Suasana meriah itu diawali dengan momen simbolis yang memikat mata: pelepasan balon ke udara oleh Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid. Balon-balon warna-warni melayang tinggi, membelah langit biru, seolah membawa doa dan harapan agar semangat kemerdekaan terus mengudara di hati setiap insan Kemenag.
Usai prosesi tersebut, Abdul Wasid secara resmi membuka rangkaian lomba rekreatif antarpegawai. Bukan sekadar perlombaan, kegiatan ini dirancang sebagai perekat silaturahmi, pemupuk kekompakan, dan penguat solidaritas di tengah tugas pelayanan publik yang kerap menyita energi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Momentum HUT ke-80 RI ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga semangat nasionalisme, sembari merawat kekompakan dalam mengemban amanah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (11/08/2025).
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkuat rasa persatuan di lingkungan kerja.
“Di balik setiap permainan, ada pesan moral tentang kebersamaan, saling percaya, dan bekerja sama demi tujuan yang lebih besar,” terangnya.
Ragam lomba yang dihadirkan terbilang sederhana namun sarat makna: estafet tiup gelas yang menguji koordinasi, bola gotong yang menuntut kerja sama, PBB mata tertutup yang melatih kepercayaan, hingga pindah gelang karet sedotan yang mengasah kelincahan.
“Meski aturan permainan ringan, kompetisi berlangsung sengit namun selalu diwarnai tawa,” sambung Abdul Wasid
Setiap sorakan rekan sejawat menjadi bahan bakar semangat. Ada yang terpingkal karena aksi konyol tak terduga, ada pula yang bersorak lantang mendukung timnya hingga suara serak. Di sela-sela itu, keakraban yang selama ini terbatas pada meja kerja kini mekar bebas di udara.
Lomba rekreatif ini akan berlangsung selama beberapa hari, melibatkan seluruh unit kerja di bawah naungan Kemenag Sumenep.
Harapannya, selain sebagai hiburan, kegiatan ini menjadi penyegar jiwa dan pengingat bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya soal peringatan tahunan, tapi juga tentang merawat rasa persatuan setiap hari.
“Semoga semangat kemerdekaan yang kita rayakan hari ini tidak berhenti pada momen seremonial, tetapi terus menjadi energi positif dalam setiap langkah kita ke depan,” pungkas Abdul Wasid. (REDJAVA****)









