JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sumenep terus mendorong budaya literasi sejak usia dini melalui kunjungan siswa kelas 1 ke Rumah Dongeng, fasilitas edukasi yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini berlangsung mulai Senin (29/9/2025) hingga Kamis (2/10/2025), dengan setiap hari dijadwalkan satu rombongan kelas 1.
Rinciannya, kelas 1A pada 29 September, 1B pada 30 September, 1C pada 1 Oktober, dan 1D pada 2 Oktober.
Para siswa dibimbing guru pendamping dan guru kelas untuk menikmati aktivitas literasi kreatif selama dua jam, mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB.
Aktivitas ini mencakup mendengar dongeng, bercerita, hingga permainan kreatif yang memacu imajinasi.

Plt. Kepala MIN 2 Sumenep, Akh. Mufris, M.Pd, menyatakan kunjungan ke Rumah Dongeng merupakan langkah nyata membangun kebiasaan membaca.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa membaca bukan kewajiban, melainkan pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.
Menurut Mufris, Rumah Dongeng memberi kesempatan anak belajar sambil berimajinasi.
Mereka bisa mendengar kisah penuh makna sekaligus mengenal buku sebagai teman belajar yang menyenangkan.

Kepala Dispusip Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyianto, melalui Pustakawan Ahli Muda Drs. Syaiful Bahri, menyambut positif program ini.
Menurut Drs. Syaiful, Rumah Dongeng bukan sekadar tempat bercerita, tetapi juga sarana menanamkan nilai karakter dan membangkitkan imajinasi anak.
“Anak-anak belajar mengenal buku sebagai sahabat yang menyenangkan, bukan sebagai kewajiban. Dengan cara ini, minat baca mereka bisa tumbuh sejak usia dini,” kata Drs. Syaiful Bahri kepada media ini, Rabu (01/10/2025)
Ia menambahkan, kolaborasi sekolah dan perpustakaan daerah menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi literat.
“Kegiatan seperti ini perlu terus berkelanjutan. Keberhasilan literasi tidak hanya bergantung pada buku, tetapi juga pengalaman menyenangkan yang dialami anak bersama bacaan,” imbuhnya.
Selain itu, Drs. Syaiful menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung gerakan literasi.
“Orang tua bisa menjadi mitra sekolah dengan menumbuhkan kebiasaan membaca di rumah, sehingga literasi tidak berhenti di kelas, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup keluarga,” pungkas Bang Iful sapaan akrabnya.
Kegiatan ini sekaligus diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat, pendidik, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menumbuhkan budaya literasi di Kabupaten Sumenep sejak dini. (REDJAVA****)













