JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, sinergi strategis ditunjukkan melalui pertemuan antara Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, di Mapolres Sumenep, Jumat (29/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarlembaga. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi berbasis data dan keamanan guna mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus pemerintah pusat maupun daerah.
Di tengah tantangan sektor pangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, distribusi hasil pertanian hingga dinamika ekonomi masyarakat, kehadiran data yang akurat dan kondisi keamanan yang kondusif dinilai menjadi dua faktor utama dalam menjaga stabilitas pangan daerah.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, SIK mengatakan bahwa ketahanan pangan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan kerja sama yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk lembaga statistik yang memiliki peran penting dalam menyediakan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergi antarinstansi sangat diperlukan, termasuk dukungan data yang akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan,” kata AKBP Anang Hardiyanto, SIK.
Ia menambahkan, Polres Sumenep siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan penguatan sektor pangan, termasuk menjaga keamanan kawasan pertanian dan kelancaran distribusi bahan pangan kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPS Kabupaten Sumenep Handoyo Wijoyo menyoroti pentingnya data statistik sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
BPS, kata dia, terus berupaya menghadirkan data yang valid dan terpercaya terkait sektor pertanian, produksi pangan, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun program pembangunan.
“Kami berharap kerja sama dan koordinasi yang baik dengan Polres Sumenep dapat terus terjalin, khususnya dalam mendukung program-program pemerintah terkait ketahanan pangan dan pembangunan daerah,” ungkap Handoyo Wijoyo.
Menurutnya, kolaborasi yang erat antara BPS dan Polres Sumenep akan semakin memperkuat efektivitas berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pertemuan antara Polres Sumenep dan BPS Kabupaten Sumenep menjadi gambaran nyata bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat, koordinasi yang berkelanjutan, serta dukungan data yang presisi agar setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Dengan terjalinnya sinergi ini, diharapkan upaya menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di ujung timur Pulau Madura.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kedua lembaga untuk terus memperkuat kerja sama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, khususnya di sektor ketahanan pangan yang menjadi salah satu agenda strategis nasional. (REDJAVA****)












