JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Transformasi digital dalam pelayanan pajak daerah mulai menyentuh kalangan muda.
Bertempat di Aula Said Abdullah Hall, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep melalui Bidang P3EPD menggelar sosialisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan pendekatan edukatif yang melibatkan pelajar sebagai peserta aktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/06/2025) ini, para siswa diajak secara langsung untuk melakukan pembayaran PBB-P2 menggunakan sistem digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan sistem perpajakan modern sekaligus membangun kesadaran pajak sejak usia sekolah.
Pelajar yang telah melakukan pembayaran melalui QRIS mendapat insentif tunai senilai Rp50.000 hingga Rp150.000 sebagai bentuk apresiasi dari Bapenda Sumenep.

“Ini adalah upaya kami untuk menanamkan budaya sadar pajak sejak dini. Lewat metode QRIS, para pelajar bisa belajar membayar pajak dengan mudah dan transparan, sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital di sektor publik,” ujar Suhermanto, S.E., M.E., Kabid P3EPD Bapenda Sumenep, mewakili Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si.
Suhermanto juga menyampaikan terima kasih kepada SMAN 1 Sumenep atas partisipasi aktif dan dukungan penuh dalam kegiatan ini.
“Kami mengapresiasi semangat para siswa SMAN 1 Sumenep yang begitu antusias belajar dan langsung praktik membayar pajak melalui QRIS. Ini adalah kontribusi penting bagi kemajuan daerah,” imbuhnya.
Apresiasi turut disampaikan kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur dan Bank Jatim Cabang Sumenep atas dukungan dalam penyediaan layanan transaksi digital yang memudahkan pelajar terlibat langsung dalam pembayaran pajak.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd., yang hadir mendampingi siswanya, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman penting di luar ruang kelas.

“Kami sangat mendukung program ini karena secara langsung membentuk kesadaran siswa sebagai warga negara yang taat pajak. Mereka tidak hanya menerima informasi, tapi juga langsung praktik melalui sistem digital yang kekinian,” ujar Rafiudin.
Ia menambahkan bahwa pendidikan yang menyentuh aspek karakter dan tanggung jawab sosial seperti ini sangat dibutuhkan, terlebih di tengah era digital.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain,” tutupnya. (REDJAVA****)









