JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dibebankan pada aparat penegak hukum, tetapi juga harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan.
Pesan itulah yang mengemuka dalam Seminar Pendidikan Anti-Korupsi yang digelar oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiraraja (Unija) pada Kamis (11/9/2025) di Graha 1 kampus setempat.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci, mulai dari praktisi hukum, aparat penegak hukum, hingga akademisi. Di antaranya adalah Penyidik Tipikor Polres Sumenep, Sendy Perdana Putra, S.H.; Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Sumenep, Boby Adirizka Widodo, S.H., M.Hum.; Penggiat Anti-Korupsi Jawa Timur, Mahbub Junaidi, S.H.; serta Dr. Zein, S.H., S.H.I., M.Hum., dosen Fakultas Hukum Universitas Wiraraja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam paparannya, Dr. Zein menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun kultur anti-korupsi sejak dini.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat untuk menolak segala bentuk praktik koruptif.

“Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak moralitas bangsa. Mahasiswa harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencegah praktik korupsi, baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat. Melalui pendidikan dan penguatan karakter, generasi muda bisa menjadi motor penggerak perubahan menuju tata kelola pemerintahan yang bersih,” tegas Dr. Zein.
Ia juga mengingatkan bahwa fenomena korupsi di daerah tidak jarang dipicu oleh lemahnya pengawasan publik. Karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif melakukan kontrol sosial serta membangun kesadaran kritis agar roda pemerintahan tetap berjalan pada koridornya.
Seminar yang mengusung tema “Peran Strategis Mahasiswa dalam Mencegah Praktik Korupsi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Pendidikan dan Penguatan Karakter Anti-Korupsi” ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Ratusan mahasiswa tampak memenuhi ruang Graha 1 Unija sejak pagi hari.
Ketua panitia pelaksana, Daniel, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga titik awal gerakan nyata mahasiswa Wiraraja untuk mengawal agenda pemberantasan korupsi di Sumenep.
Dengan hadirnya sinergi antara akademisi, aparat penegak hukum, dan aktivis anti-korupsi, seminar ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas tinggi. (REDJAVA****)








