JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Mengantisipasi dampak musim kemarau yang diprediksi berlangsung panjang, Pemerintah Kabupacten (Pemkab) Sumenep mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan distribusi bantuan air bersih bagi warga di wilayah rawan kekeringan.
Sedikitnya 60 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan seperti Pasongsongan, Talango, Rubaru, Batuputih, dan beberapa titik lainnya telah masuk dalam daftar penerima bantuan.
Wilayah-wilayah ini dikenal langganan mengalami penurunan sumber air bersih saat kemarau melanda.
“Kami tidak ingin masyarakat mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, sejak dini kami siapkan langkah konkret agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Achmad Laili Maulidi, Jumat (11/4/2025).
Distribusi air bersih akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan tingkat kerawanan dan kondisi di lapangan.
Wilayah yang lebih dulu mengalami penurunan debit air akan menjadi prioritas utama.
Langkah ini, menurut Laili, merupakan bagian dari upaya preventif sekaligus bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kualitas hidup masyarakat di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
Tak hanya menyalurkan bantuan, BPBD juga mengimbau warga agar lebih bijak menggunakan air dan menjaga kebersihan lingkungan, guna mencegah penyakit yang rentan muncul saat musim kemarau.
“Harapan kami, meski menghadapi keterbatasan sumber daya air, masyarakat tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan sehat dan nyaman,” pungkas Laili.
Dengan gerak cepat ini, Pemkab Sumenep menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan air dan melindungi warganya dari risiko kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas dan kesehatan masyarakat. (REDJAVA****)










