Sumenep Perkuat Diplomasi Budaya di Malang, Lima Warisan Budaya Takbenda Terima Sertifikat

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep Perkuat Diplomasi Budaya di Malang, Lima Warisan Budaya Takbenda Terima Sertifikat

Sumenep Perkuat Diplomasi Budaya di Malang, Lima Warisan Budaya Takbenda Terima Sertifikat

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan langkah diplomasi budayanya di tingkat provinsi dengan menghadiri seremoni Penyerahan Apresiasi Seniman/Budayawan serta Tunjangan Kehormatan Juru Pelihara Cagar Budaya dan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang digelar Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (22/2/2025).

Bupati Sumenep diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, S.Sos., M.Si.

Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan simbol komitmen daerah dalam menjaga identitas dan memori kolektif masyarakat Madura.

Di bawah panggung bernuansa hijau toska dengan deretan bendera Merah Putih, seremoni berlangsung khidmat.

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat perlindungan cagar budaya serta warisan budaya tak benda.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Resto Tok Patok Ganding Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai 60 Juta

Momentum itu terasa istimewa bagi Sumenep. Lima Warisan Budaya Takbenda (WBTb) asal Sumenep resmi menerima sertifikat pengakuan, yakni:

– Tari Ghambu Sumenep
– Tari Theng Terek
– Mentho Sumenep
– Jamasan Pusaka Sumenep
– Bal Budhi

Bagi Faruk Hanafi, penyerahan sertifikat tersebut bukan sekadar seremoni administratif, tetapi pengakuan atas kekayaan nilai, filosofi, dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.

“Warisan budaya takbenda adalah ruh kebudayaan kita. Ia tidak hanya berbentuk tarian atau tradisi, tetapi nilai, makna, dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi,” kata Faruk Hanafi kepada wartawan usai acara.

Ia menjelaskan, Tari Ghambu dan Tari Theng Terek mencerminkan ekspresi seni pertunjukan khas Sumenep yang sarat nilai estetika dan sejarah.

Baca Juga :  Warga Desa Buddi Pulau Kangean Sambut Gembira Perbaikan Jalan Program TMMD

Sementara Mentho Sumenep sebagai seni pertunjukan rakyat menjadi media kritik sosial sekaligus hiburan tradisional yang membumi.

Adapun Jamasan Pusaka Sumenep merupakan tradisi sakral yang merepresentasikan penghormatan terhadap pusaka dan sejarah leluhur.

Sedangkan Bal Budhi menjadi simbol kearifan lokal dalam merawat harmoni sosial dan spiritual masyarakat.

“Pengakuan ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus melakukan pendataan, pembinaan, dan regenerasi pelaku budaya. Tantangan terbesar adalah memastikan warisan ini tidak berhenti pada generasi hari ini,” tegasnya.

Faruk menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi langkah strategis agar program pelestarian di daerah selaras dengan kebijakan tingkat provinsi.

“Kami siap memperkuat kolaborasi, mulai dari dokumentasi, digitalisasi, hingga penguatan ekosistem kebudayaan. Budaya bukan sekadar masa lalu, tetapi fondasi pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Menurutnya, digitalisasi warisan budaya menjadi agenda prioritas agar kekayaan budaya Sumenep terdokumentasi dengan baik dan dapat diakses lebih luas, terutama oleh generasi muda.

Baca Juga :  Silaturahmi Dengan Jurnalis, Kapolda Sulteng Ingatkan Anggotanya Tidak Berpolitik

Kehadiran Pemkab Sumenep dalam forum tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan identitas budaya sebagai karakter masyarakat.

Di tengah arus modernisasi, Sumenep memilih tetap berpijak pada akar budayanya merawat tradisi, memperkuat jati diri, dan membawa warisan leluhur melangkah percaya diri ke masa depan. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru