JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep semakin menunjukkan tajinya sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.
Sepanjang tahun 2024, pemerintah daerah sukses menggelar ratusan event berskala lokal hingga nasional, yang tidak hanya memikat wisatawan tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara masif.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan bahwa strategi menghidupkan sektor pariwisata melalui event-event kreatif terbukti menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang efektif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya mendongkrak jumlah kunjungan wisata, tetapi juga membawa dampak besar bagi UMKM, kuliner khas daerah, hingga industri perhotelan.
“Kami tidak sekadar mengadakan acara, tetapi menjadikannya sebagai peluang nyata bagi masyarakat untuk berkembang. Setiap event yang digelar harus memberi manfaat bagi pelaku UMKM, pengusaha lokal, hingga industri pendukung lainnya,” ujar Bupati Fauzi, Rabu (12/2).
Pernyataan tersebut bukan sekadar klaim. Data menunjukkan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumenep melonjak drastis dari 250 ribu orang pada 2021 menjadi 1,7 juta orang pada 2024.
Event besar seperti Cemara, Madura Etnik Carnival (MEC), Madura Night Vaganza, dan Festival Tong-tong terbukti menjadi daya tarik utama, tidak hanya bagi wisatawan domestik, tetapi juga internasional.
Sektor perhotelan pun merasakan dampak positifnya. Saat event berlangsung, okupansi hotel di Sumenep meningkat tajam, menandakan bahwa kota ini semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata.
Tak hanya itu, geliat ekonomi daerah juga tercermin dalam pertumbuhan ekonomi yang terus meroket.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumenep mencatat lonjakan pertumbuhan dari 2,16 persen pada 2021 menjadi 5,35 persen di 2023—bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.
“Ini adalah bukti bahwa strategi pembangunan berbasis event mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat. Kami akan terus mengembangkan konsep ini agar Sumenep semakin maju dan berdaya saing tinggi,” tegas Bupati Fauzi.
Dengan keberhasilan ini, Sumenep bukan lagi sekadar kota wisata, tetapi telah menjelma menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan kreativitas.
Strategi Pemkab yang visioner dalam memanfaatkan momentum event sebagai penggerak ekonomi menjadikan daerah ini sebagai contoh sukses pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan. (REDJAVA****)








