JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat.
Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Berpikir Kualitas, Bertindak Moralitas Menuju Indonesia Emas”, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membangun masa depan bangsa yang berlandaskan nilai moral dan integritas tinggi.
Digelar di Tanean Creative Hub, Sumenep, Rabu (26/2), forum prestisius ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, para pengawas sekolah, kepala satuan pendidikan, organisasi profesi guru, hingga komunitas belajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Diskusi ini diharapkan menjadi titik tolak transformasi pendidikan di Sumenep demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Agus Dwi Saputra menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus menjadi prioritas utama.
Ia menyoroti pentingnya kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan abad ke-21, di mana teknologi dan globalisasi menuntut peserta didik memiliki keterampilan yang lebih kompleks.
“Berpikir kualitas berarti kita harus selalu berorientasi pada mutu dalam segala aspek pendidikan. Kita harus memastikan bahwa lulusan sekolah di Sumenep memiliki daya saing, kreativitas, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.
Peningkatan kapasitas kepala sekolah, pengawas, serta guru menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut.
Agus menegaskan bahwa pendidikan berkualitas hanya bisa dicapai melalui kolaborasi erat antara seluruh elemen, mulai dari kebijakan pemerintah hingga peran aktif masyarakat.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, Agus juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai moral dan karakter bangsa.
Dirinya menekankan bahwa pendidikan tidak hanya mencetak siswa yang cerdas, tetapi juga individu yang memiliki integritas, empati, dan tanggung jawab sosial.
“Bertindak moralitas berarti memastikan bahwa kecerdasan akademik sejalan dengan karakter yang kuat. Anak-anak kita tidak hanya harus pintar, tetapi juga memiliki hati nurani yang luhur. Pendidikan karakter harus menjadi prioritas di sekolah-sekolah kita,” ujarnya penuh semangat.
Pihaknya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih proaktif dalam menanamkan nilai moral di lingkungan pendidikan, baik melalui kurikulum maupun keteladanan langsung dari para pendidik.
“Ini sebagai langkah konkret, FGD ini diharapkan dapat merumuskan strategi dan rekomendasi nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang berkarakter di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.
Agus Dwi Saputra menegaskan pentingnya sinergi antara kepala sekolah, pengawas, komunitas belajar, serta organisasi profesi guru untuk menciptakan pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis nilai-nilai kebangsaan.
Mantan Kadisperindag Sumenep itu juga mengajak seluruh peserta FGD untuk:
✅ Meningkatkan inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
✅ Menanamkan nilai-nilai moral dan karakter dalam setiap proses pendidikan, menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan kepribadian unggul.
✅ Memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program-program pendidikan yang lebih baik.
“Kita semua memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah pendidikan ke depan. Mari kita bersatu, bekerja sama, dan berinovasi agar Sumenep menjadi pelopor pendidikan berkualitas yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun karakter anak bangsa,” pungkasnya. (REDJAVA****)








