JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di balik gegap gempita ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur III 2025, Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep menjelma menjadi kejutan yang tak bisa diabaikan.
Kampus kebanggaan masyarakat Madura itu menorehkan prestasi membanggakan dengan memboyong empat medali: satu perak dan tiga perunggu, membuktikan bahwa semangat juang tidak mengenal batas wilayah maupun nama besar.
Medali perak disumbangkan dari cabang olahraga karate arena yang menguji konsistensi teknik dan ketahanan mental.
Sementara tiga medali perunggu lahir dari dua cabang sekaligus, yaitu karate dan voli pasir. Di tengah persaingan ketat dengan puluhan kampus ternama se-Jawa Timur, Unija hadir bukan sekadar peserta, tapi sebagai penantang yang mencuri perhatian.

Pembina UKM Olahraga Unija, Isyanto, menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa mahasiswa Unija mampu bersaing secara terhormat, bahkan melampaui ekspektasi banyak pihak.
“Kami datang dengan semangat juang dan keyakinan bahwa mahasiswa Unija bisa bersaing. Hasil empat medali ini adalah hasil kerja keras, disiplin, dan mental pantang menyerah,” ucap Isyanto, Kamis (5/6/2025).
Namun, bukan tanpa catatan. Target medali emas dari cabang karate harus tergeser menjadi perak.
Isyanto mengaku, kualitas permainan anak didiknya sudah berada di level tertinggi, hanya saja faktor keberuntungan belum berpihak.

Bahkan, pengakuan datang dari lawan: bahwa teknik dan performa tim Unija tak kalah impresif.
“Kami bermain sangat bagus, bahkan tim lawan mengakui permainan kami lebih solid. Tapi memang begitulah kompetisi. Kadang bukan soal siapa yang lebih hebat, tapi siapa yang lebih beruntung,” jelasnya.
Pada Pomprov kali ini, Unija menurunkan atlet dari sembilan cabang olahraga: karate, pencak silat, catur, voli indoor putra dan putri, voli pasir, e-sport, basket, dan futsal.
“Langkah ini bukan semata strategi teknis, tapi juga bagian dari komitmen kampus untuk mencetak generasi muda yang tangguh secara fisik, mental, dan intelektual,” ungkapnya.
Lebih dari itu, Unija ingin menyampaikan pesan: bahwa dari kampus di ujung timur Pulau Madura, mimpi besar tetap bisa tumbuh dan berbuah prestasi.
Bahwa mahasiswa dari daerah pun layak tampil di panggung provinsi bahkan nasional, membawa nama baik kampus, keluarga, dan tanah kelahirannya.
“Ini bukan soal jumlah medali semata, ini tentang membangun karakter juara. Kami akan terus dukung dan dorong mahasiswa untuk berkembang, bukan hanya di kelas, tapi juga di gelanggang-gelanggang kehidupan,” pungkasnya. (REDJAVA****)












