JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya negara memutus rantai kemiskinan antargenerasi kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Sosial RI Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin, Ishaq Subaidi Raqip, ke Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep, Rabu (28/01/2026). Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa pengentasan kemiskinan tidak lagi berhenti pada bantuan sosial semata, melainkan diarahkan pada pembangunan manusia melalui pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, Ishaq meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP, sekaligus berdialog dengan pengelola dan pemangku kepentingan daerah untuk menyerap berbagai persoalan riil yang dihadapi di lapangan. Mulai dari proses pembelajaran, pola pengasuhan di asrama, hingga pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik menjadi fokus perhatian.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis Kementerian Sosial yang dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama yang berada pada desil 1 dan 2. Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan gratis, tetapi juga menyediakan ekosistem belajar yang menyeluruh dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekolah Rakyat adalah wujud kehadiran negara secara utuh. Anak-anak dari keluarga miskin tidak boleh terus-menerus mewarisi kemiskinan orang tuanya. Negara hadir, membiayai penuh pendidikan, asrama, hingga makan tiga kali sehari agar mereka memiliki masa depan yang lebih setara,” kata Ishaq Subaidi Raqip disela-sela kegiatan.
Di Kabupaten Sumenep, Sekolah Rakyat saat ini menampung 82 peserta didik, terdiri dari 41 siswa jenjang SD dan 41 siswa jenjang SMP. Seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal di asrama, hingga konsumsi harian. Dengan skema tersebut, anak-anak diharapkan dapat belajar tanpa dibebani persoalan ekonomi keluarga.
Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, dr. R. Rahman Riadi, SE, MM, menilai kunjungan Staf Khusus Menteri Sosial sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah pusat serius mengawal pelaksanaan Sekolah Rakyat hingga ke daerah.

“Pemerintah pusat tidak ingin hanya menerima laporan administratif. Kunjungan ini menunjukkan keinginan untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan Sekolah Rakyat benar-benar berjalan sesuai tujuan besarnya,” ujar Rahman Riadi.
Pihaknya menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan alternatif, melainkan intervensi sosial jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan dari akarnya.
“Anak-anak ini kita lepaskan dari beban ekonomi keluarganya. Mereka tinggal di asrama, kebutuhan dasar terpenuhi, dan mendapatkan pendidikan yang layak. Inilah cara paling efektif memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahman Riadi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen penuh mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat melalui penguatan pendampingan sosial, perlindungan anak, serta sinergi lintas sektor.
“Kami ingin Sekolah Rakyat menjadi investasi jangka panjang bagi Sumenep. Ketika anak-anak dari keluarga miskin diberi akses pendidikan yang berkualitas dan lingkungan yang aman, maka kita sedang membangun fondasi keadilan sosial di masa depan,” pungkas Rahman sapaan akrabnya.
Dengan pendekatan menyeluruh menggabungkan pendidikan, pengasuhan, dan pemenuhan kebutuhan dasar Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi model nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Kunjungan Staf Khusus Menteri Sosial ke Sumenep ini sekaligus menegaskan bahwa kemiskinan tidak lagi dipandang sebagai takdir, melainkan tantangan struktural yang harus dihadapi negara secara sistematis dan berkelanjutan. (REDJAVA/$$$)









