JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Puncak arus balik santri asal kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, mencapai puncaknya pada Kamis (10/4/2025) malam.
Sekitar 1.500 santri kembali ke pondok pesantren di wilayah Situbondo dan Probolinggo melalui Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Situbondo.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar pada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Abdul Hamid, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang didominasi oleh santri dari Pulau Kangean, Sapudi, dan Raas yang kembali usai libur Lebaran.
“Hari ini ada 701 santri asal Pulau Kangean yang kembali ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo melalui Pelabuhan Jangkar,” ujarnya Jum’at pagi (11/04/2025).
KMP Munggiyango Hulalo malam ini mengangkut total 851 penumpang, terdiri dari 701 santri dan 150 warga umum, dari Kangean menuju Situbondo.
Satu jam sebelumnya, KMP Wicitra Dharma I dari Pulau Sapudi juga merapat, membawa 457 santri.
“Pada pukul 22.00 WIB, KMP Dharma Bahari Sumekar III dari Raas juga dijadwalkan tiba, membawa sekitar 900 penumpang, dengan 400 di antaranya merupakan santri Pondok Pesantren Sukorejo,” ujarnya.
Ia menjelaskan, arus balik santri tahun ini diperkirakan berlangsung pada 9–10 April 2025, dengan total pergerakan mencapai sekitar 6.000 santri dari berbagai pulau di Kabupaten Sumenep.
“Ini menjadi rutinitas pasca-Lebaran setiap tahun. Santri dari kepulauan kembali ke pondok-pondok mereka di Jawa, terutama di Situbondo dan Probolinggo,” tandasnya.
Pelabuhan Jangkar menjadi titik strategis karena menjadi penghubung utama antara wilayah kepulauan Sumenep dan Pulau Jawa. (REDJAVA****)











