JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Turnamen Olahraga Tradisional Bupati Cup II 2026 resmi bergulir di Lapangan Hanoman Putih, Desa Kalianget Barat, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026). Ajang ini menyedot perhatian masyarakat dengan diikuti 128 klub dari berbagai kategori, menegaskan tingginya antusiasme terhadap olahraga tradisional bal budhi.
Turnamen tersebut diikuti 64 klub kategori umum dewasa, 32 klub U-15 putra, dan 32 klub umum putri. Besarnya jumlah peserta menjadi bukti bahwa bal budhi tetap hidup, berkembang, dan terus menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kabupaten Sumenep.
Camat Kalianget, Hakiki Maulana Firmansyah, menilai tingginya partisipasi peserta merupakan cerminan bahwa masyarakat tidak hanya menjadikan bal budhi sebagai olahraga, tetapi juga sebagai warisan budaya yang harus dijaga bersama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Antusiasme masyarakat pada Turnamen Bal Budhi Bupati Cup II tahun ini benar-benar luar biasa. Banyak klub datang dari berbagai wilayah untuk ikut ambil bagian, dan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kecamatan Kalianget,” kata Camat Hakiki dalam sambutannya.
Menurutnya, semangat tersebut tidak lahir secara instan. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten selama bertahun-tahun telah melahirkan komunitas bal budhi yang semakin kuat dan berkembang.
“Bal budhi bukan sekadar pertandingan, tetapi ruang yang mempererat persaudaraan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi muda,” ujarnya .
Hakiki berharap turnamen ini terus digelar secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan atlet sekaligus upaya memperkuat identitas budaya daerah.
“Kami ingin Kalianget terus menjadi pusat perkembangan olahraga bal budhi di Kabupaten Sumenep. Semoga turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet baru sekaligus menginspirasi daerah lain untuk ikut melestarikan olahraga tradisional,” harap Camat Hakiki Maulana Firmansyah.
Komitmen masyarakat dalam menjaga eksistensi bal budhi mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sumenep.

Pada pembukaan turnamen, KORMI secara resmi menetapkan Kecamatan Kalianget sebagai “Kampoeng Olahraga Bal Budhi” melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) dan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kecamatan Kalianget.
Penetapan tersebut didasarkan pada kuatnya ekosistem bal budhi di Kecamatan Kalianget yang saat ini memiliki 55 klub aktif yang tersebar di tujuh desa. Capaian itu dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan olahraga tradisional di Kabupaten Sumenep.
Ketua KORMI Kabupaten Sumenep, Imam Syafi’i, SH mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi masyarakat dan pemerintah kecamatan dalam membina serta melestarikan bal budhi sebagai warisan budaya daerah.
“Penetapan Kalianget sebagai Kampoeng Olahraga Bal Budhi bukan diberikan begitu saja. Ini adalah pengakuan atas konsistensi masyarakat yang selama bertahun-tahun terus menjaga, membina, dan mengembangkan olahraga tradisional hingga tetap hidup di tengah perubahan zaman,” kata Imam Syafi’i.
Ia menambahkan, tingginya jumlah klub dan peserta turnamen menunjukkan bahwa bal budhi memiliki masa depan yang cerah apabila pembinaan dilakukan secara berkesinambungan.
“Semangat ratusan klub yang mengikuti turnamen ini membuktikan bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Tugas kita bersama adalah memastikan warisan budaya ini terus berkembang, semakin dikenal, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.
Turnamen Olahraga Tradisional Bupati Cup II 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pelestarian olahraga tradisional sebagai identitas budaya Kabupaten Sumenep.
Penetapan Kalianget sebagai Kampoeng Olahraga Bal Budhi diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak komunitas dan generasi muda yang terus menjaga serta mengembangkan olahraga warisan leluhur tersebut.








