JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di era serba digital, Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep menghadirkan cara belajar yang berbeda. Melalui Silent Camp 2025 bertema “Fun Learning with Adventure”, sekolah ini mengubah ruang belajar menjadi arena petualangan yang membangun karakter, tanggung jawab, dan kemandirian siswa.
Selama tiga hari penuh, Kamis hingga Sabtu (9–11 Oktober 2025), Gedung Asrama Siswa dan Santri Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan menjadi saksi perjalanan puluhan siswa yang belajar tentang arti kedisiplinan dan solidaritas dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Principal FIES Sumenep, Rate Seftinindias Dwi Kumala, M.Pd, menegaskan bahwa Silent Camp merupakan ruang belajar yang sesungguhnya, di mana teori berubah menjadi pengalaman nyata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin anak-anak belajar bukan hanya dari buku, tapi dari kehidupan. Saat mereka menata kamar, mencuci sendiri, dan bekerja dalam tim, di situlah karakter sedang dibangun,” ungkap Rate.
Ia menilai kegiatan ini menjadi momen penting untuk melatih kepemimpinan dan tanggung jawab.
“Setiap aktivitas memiliki makna. Bahkan hal sederhana seperti menjaga kebersihan atau bangun dini hari mengajarkan disiplin dan kontrol diri,” ujarnya.
Lebih jauh, Rate menekankan bahwa Silent Camp juga dirancang untuk memperkuat rasa kebersamaan dan empati.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa hidup ini tidak bisa dijalani sendiri. Mereka harus belajar saling menghargai, bekerja sama, dan peduli terhadap sesama,” tuturnya.
Kegiatan dimulai dengan Shalat Maghrib dan Isya berjamaah, pembacaan shalawat, serta kajian kitab Tajwid. Hari kedua diisi dengan Shalat Tahajjud, kegiatan belajar mengajar, hingga puncaknya di malam hari: Api Unggun dan English Night.
Dalam momen ini, siswa tampil percaya diri membawakan musik, drama, dan tarian dalam suasana penuh kebersamaan. Hari ketiga ditutup dengan senam pagi, jelajah alam, dan sesi refleksi, di mana siswa berbagi pengalaman tentang arti kemandirian dan tanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan, Himly Gauzan, M.Kom, menilai Silent Camp sebagai simbol filosofi pendidikan yang utuh mengasah akal, hati, dan karakter.
“Pendidikan sejati bukan hanya tentang menguasai ilmu pengetahuan, tapi bagaimana anak-anak mampu menata diri, mandiri, dan bertanggung jawab atas setiap langkahnya,” ujarnya.
Dirinya menegaskan pentingnya melatih keberanian sejak dini agar anak-anak siap menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan.
“Dalam hidup, tidak selalu ada orang yang membantu setiap waktu. Karena itu, anak-anak harus berani mencoba, berani gagal, dan terus belajar dari pengalaman,” tegas Himly.
Lebih dalam, ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki keunikan yang patut diasah, bukan dibandingkan.
“Anak hebat bukan mereka yang bergantung pada orang lain, tapi yang berinisiatif, disiplin, dan mampu menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan Silent Camp 2025, suasana penuh semangat dan antusiasme terasa di setiap sudut asrama. Kegiatan ini bukan hanya melatih siswa untuk mandiri, tapi juga menanamkan nilai spiritual, kepemimpinan, serta solidaritas sosial yang jarang ditemui dalam sistem pembelajaran konvensional.
Dengan pendekatan Fun Learning with Adventure, FIES Sumenep menegaskan komitmennya untuk membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter.
“Belajar bisa dari mana saja asal ada keberanian untuk mencoba. Dan dari keberanian itu, lahir generasi yang mampu berdiri di atas kaki sendiri,” pungkas Himly. (REDJAVA****)








