JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Cuaca buruk yang melanda perairan Sumenep berdampak serius terhadap mobilitas warga kepulauan.
Puluhan masyarakat terpaksa tertahan di daratan karena kapal belum dapat berlayar. Di tengah situasi genting itu, Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Sumenep bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Sebanyak 65 warga kepulauan menerima bantuan permakanan, yang mulai disalurkan sejak Kamis (23/01/2026) dan akan terus berlanjut hingga ada kepastian keberangkatan kapal dari Syahbandar.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. R. Rahman Riadi, SE, MM, menegaskan bahwa negara tidak boleh absen saat rakyat berada dalam kondisi darurat.
“Ini bukan sekadar bantuan makanan, ini adalah bentuk kehadiran negara ketika masyarakat kami terjebak dan tidak berdaya akibat cuaca ekstrem,” kata Rahman Riadi kepada media ini, Sabtu (24/01/2026).
Ia menjelaskan, distribusi permakanan akan terus dilakukan selama pelayaran belum dibuka secara resmi.
“Selama belum ada kejelasan dari Syahbandar terkait keberangkatan kapal, kami pastikan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Tak hanya warga kepulauan, perhatian juga diberikan kepada para ABK perahu nelayan yang tertahan di Pelabuhan Gersik Putih dan tidak dapat melaut akibat gelombang tinggi.

“Para ABK nelayan juga terdampak langsung. Mereka kehilangan penghasilan harian, sehingga kami salurkan bantuan sembako agar mereka tetap bisa bertahan,” tambah Rahman.
Menurutnya, langkah cepat ini merupakan hasil pemantauan lapangan dan respons darurat Dinsos P3A terhadap kondisi cuaca ekstrem yang tidak bisa diprediksi.
“Kami tidak menunggu laporan menumpuk. Begitu situasi darurat terlihat, kami langsung turun dan bergerak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rahman Riadi menegaskan komitmen Dinsos P3A untuk terus berada di garis depan dalam setiap krisis sosial dan kemanusiaan.
“Keselamatan dan martabat masyarakat adalah prioritas kami. Pemerintah daerah harus hadir nyata, bukan hanya lewat pernyataan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Dinsos P3A Kabupaten Sumenep terus berkoordinasi dengan Syahbandar dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca, sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak. (REDJAVA/$$$)













