JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kunjungan kerja UPT PPD Jawa Timur dan Bapenda Sumenep ke Kantor Bersama Samsat Kota Batu pada Sabtu (29/11/2025) berlangsung akrab dan penuh diskusi mendalam.
Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Capacity Building Opsen Pajak PPD Jawa Timur Sumenep bersama Bapenda Sumenep, yang digelar untuk memperkuat strategi peningkatan penerimaan pajak daerah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Penagihan dan Pelaporan Bapenda Kota Batu beserta jajaran, Kepala UPT PPD Jawa Timur Sumenep Samtiono SH., MH., bersama jajaran, serta Kabid P3EPD Bapenda Sumenep, Suhermanto SE., ME.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, Suhermanto memaparkan secara terbuka tantangan besar yang dihadapi Sumenep sebagai daerah kepulauan dalam pengelolaan pajak.
Pada awal sambutan, ia menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan Samsat Batu.

“Kami berterima kasih atas penerimaan yang begitu hangat dari Samsat Batu. Silaturahmi seperti ini tidak hanya mempererat hubungan, tetapi memperkuat kerja sama fiskal antar-daerah,” katabSuhermanto.
Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Sumenep yang terdiri dari banyak pulau membuat pelayanan pajak membutuhkan strategi ekstra.
“Sumenep itu luas dan kepulauan. Apa yang bisa selesai satu hari di daratan, di kepulauan bisa membutuhkan tiga sampai lima kali lipat sumber daya. Ini tantangan yang sangat nyata bagi kami,” tegasnya.
Meski penuh tantangan, performa Sumenep justru menonjol pada penerimaan pajak opsen. Pada rekonsiliasi terakhir, Sumenep mencatat 100 persen penerimaan, tertinggi di Jawa Timur.
Namun ia menegaskan capaian tersebut bukan akhir dari perjuangan.

“Rekon kemarin 100% dan kami tertinggi se-Jawa Timur. Tapi perlu digarisbawahi: itu bukan garis akhir. Itu titik awal kerja berat berikutnya,” ujarnya.
Suhermanto mengungkap sejumlah faktor penghambat peningkatan PAD, antara lain:
– Jumlah desa yang besar sehingga aplikasi pembayaran harus diseleksi ketat
– Banyaknya tunggakan kendaraan plat merah milik Pemkab Sumenep
– Layanan pajak yang masih terkonsentrasi di wilayah daratan

– Masyarakat Sumenep yang heterogen, sehingga pendekatan pelayanan harus lebih adaptif
Pihaknya juga menambahkan bahwa pembenahan internal sedang menjadi fokus Bapenda Sumenep.
“Kami sedang melakukan pemetaan ulang kendaraan dinas dan menyiapkan mekanisme agar tunggakan plat merah tidak terulang. Tertib internal itu wajib sebelum menertibkan masyarakat,” tandasnya.
Acara kemudian berlanjut dengan sesi sharing terkait operasi gabungan, inovasi digital, hingga strategi jemput bola yang selama ini menjadi andalan Samsat Batu dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Hingga berita ini diturunkan, sesi sharing masih berlangsung. Para peserta aktif bertukar pengalaman terkait strategi penagihan, digitalisasi layanan, dan koordinasi antarwilayah, dengan tujuan memperkuat kinerja pajak di Sumenep dan Kota Batu. (REDJAVA****)








