JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Upaya memperkuat ketahanan generasi muda dari ancaman narkotika terus digencarkan. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep menggelar pelatihan pendidik sebaya anti narkotika bagi pelajar melalui program nasional ANANDA BERSINAR (Agenda Nasional Anti Narkotika).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di KPRI Serba Usaha Sumenep ini diikuti oleh perwakilan pelajar dari sejumlah sekolah menengah pertama, di antaranya SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6 Sumenep, serta SMPIT Al-Hidayah Sumenep.
Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno, SE., MM., menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam memutus rantai penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan sebaya.
“Kami ingin menciptakan agen-agen perubahan di lingkungan pelajar. Mereka bukan hanya peserta, tetapi juga menjadi penyambung pesan bahaya narkoba di lingkungan sebayanya,” ujar Bambang Sutrisno, Selasa (07/04/2026).
Pelatihan ini dirancang untuk membentuk peer educator atau pendidik sebaya yang mampu menyampaikan edukasi secara efektif. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif agar mudah diterapkan di lingkungan sekolah.
Pada sesi pertama, pelatihan mengangkat tema “Regulasi Diri”, yang menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan pribadi remaja.
Penelaah Teknis BNNK Sumenep, Suyanto, S.E., M.A.P., melalui materi “Pohon Harapan”, mengajak peserta untuk mengenali tujuan hidup dan langkah konkret dalam meraihnya.
“Melalui pohon harapan, peserta diajak memahami arah masa depan mereka. Ketika tujuan hidup jelas, maka mereka akan lebih kuat menolak pengaruh negatif, termasuk narkoba,” jelas Suyanto.
Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Latiful Minani, S.Pd., dalam materi “Potretku Kini dan Nanti”, mendorong peserta untuk merefleksikan kondisi diri sekaligus merancang masa depan yang lebih baik.
“Remaja perlu memiliki kesadaran diri sejak dini. Dengan begitu, mereka bisa menentukan pilihan hidup yang sehat dan menjauhi risiko penyalahgunaan narkoba,” kata Latiful.
Tak kalah penting, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama lainnya, Franko Nanda Artanto, S.Sos., menyampaikan materi “Terima Kasih Aku” yang berfokus pada penguatan mental dan penerimaan diri.
“Ketika seseorang mampu menerima dan menghargai dirinya sendiri, maka ia akan lebih kuat menghadapi tekanan lingkungan, termasuk ajakan untuk mencoba narkoba,” ujar Franko.
Melalui pendekatan yang menyentuh aspek emosional, kognitif, dan sosial, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga berani menjadi pelopor perubahan di lingkungannya.
Program ANANDA BERSINAR sendiri merupakan bagian dari strategi nasional dalam membangun ketahanan bangsa melalui penguatan karakter anak dan remaja, dengan menempatkan pelajar sebagai ujung tombak dalam upaya pencegahan narkotika sejak dini. (REDJAVA****)












