Setiap Hari Bertaruh Nyawa, Warga Gelugur Timur Sumenep Menanti Aspal dan Jembatan Baru

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setiap Hari Bertaruh Nyawa, Warga Gelugur Timur Sumenep Menanti Aspal dan Jembatan Baru

Setiap Hari Bertaruh Nyawa, Warga Gelugur Timur Sumenep Menanti Aspal dan Jembatan Baru

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Warga Dusun Gelugur Timur, Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, hingga awal 2026 masih harus bertaruh nyawa setiap kali melintasi akses jalan dan jembatan utama desa mereka.

Kondisinya jauh dari kata layak dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, jalan desa yang menjadi jalur utama aktivitas warga hanya berupa tanah merah. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin dengan parit-parit dalam bekas roda kendaraan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengendara sepeda motor kerap tergelincir, sementara kendaraan roda empat hampir tak bisa melintas.
Masalah paling serius terdapat pada jembatan kayu sederhana yang menjadi satu-satunya penghubung antarwilayah dusun.

Baca Juga :  Penyuluh Arsitek Peradaban: Kemenag Sumenep Gencarkan Revolusi Keluarga Lewat Pelatihan Sakinah

Jembatan itu tersusun dari papan dan batang kayu yang sebagian besar telah lapuk. Di bagian tengah, terdapat lubang besar yang langsung memperlihatkan aliran sungai di bawahnya.

Tanpa pagar pengaman dan minim penerangan, jembatan tersebut dinilai sangat berisiko, terutama saat malam hari dan musim hujan.

“Kalau hujan atau malam hari, kami sangat takut lewat sini. Salah pijak sedikit bisa jatuh ke bawah,” kata seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (03/12/2025).

Anak Sekolah hingga Petani Terdampak
Buruknya infrastruktur ini berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi warga. Anak-anak sekolah harus menempuh jalan berlumpur setiap hari, sering kali tiba di sekolah dengan pakaian kotor.

Baca Juga :  Pasti Kapolda Bergerak...!!! Yang Sakti Itu Surat FRN Ada Siapa Dibelakang..?

Di sisi lain, hasil pertanian sulit diangkut keluar desa. Kendaraan pengangkut enggan masuk karena kondisi jalan, sehingga biaya transportasi menjadi lebih mahal dan menekan pendapatan petani.

“Kami merasa kurang diperhatikan. Ini satu-satunya akses kami ke pusat desa dan pasar. Kalau jembatan ini sampai roboh, kami benar-benar terisolasi,” ujar warga lainnya.

Warga Galang Donasi Secara Swadaya
Minimnya penanganan membuat warga bergerak secara mandiri. Melalui komunitas lokal, mereka menginisiasi gerakan “Peduli Perbaikan Jalan dan Jembatan”, dengan membuka penggalangan donasi dari masyarakat luas.

Donasi dihimpun secara terbuka melalui rekening resmi BMT NU Jawa Timur, dan disebarkan melalui pesan berantai serta poster digital.

Baca Juga :  Perkuat Legalitas Aset Daerah, Pemkab Apresiasi Kantor BPN Sumenep

Warga berharap bantuan ini bisa digunakan untuk perbaikan darurat sambil menunggu perhatian pemerintah.

Harapan ke Pemkab Sumenep
Meski telah berinisiatif secara swadaya, warga tetap berharap ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Pemerintah Desa Kalowang.

Mereka meminta pembangunan infrastruktur dasar ini menjadi prioritas pada tahun anggaran 2026.

Warga berharap jembatan kayu dapat diganti dengan konstruksi beton, serta jalan desa diperkeras dengan aspal atau paving block.

“Yang kami minta sederhana, akses yang aman. Supaya anak-anak bisa sekolah dengan layak dan ekonomi warga bisa berjalan,” tambah salah satu warga. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga
HUT ke-81 RI, PDI Perjuangan Sumenep Tekankan Semangat Gotong Royong dan Kerja Nyata
HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Fauzi Bicara Kemerdekaan yang Harus Terasa

BERITA TERKAIT

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:21 WIB

154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:54 WIB

75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan

BERITA TERBARU