JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana meriah mewarnai Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep, Jumat (17/10/2025). Ratusan siswa berjualan aneka makanan dan minuman dalam kegiatan Market Day, program kreatif yang dirancang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak usia sekolah dasar.
Mengusung tema “Create Young Entrepreneurs with Healthy Minds and Eco Actions”, para siswa tidak hanya belajar menjual, tetapi juga menentukan harga, melayani pembeli, hingga mencatat hasil penjualan mereka sendiri. “Dengan kegiatan ini, anak-anak belajar menjadi kreatif, percaya diri, dan memiliki jiwa wirausaha sejak usia sekolah dasar,” ujar Principal FIES Sumenep, Rate Seftinindias Dwi Kumala, M.Pd.
Acara dibuka dengan penampilan seni dari siswa, kemudian diikuti pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya Market Day. Para wali murid yang hadir tak hanya menjadi pembeli, tetapi juga berkesempatan memenangkan berbagai doorprize. Suasana semakin hangat dengan senam bersama yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua.
Rate Seftinindias menekankan, “Market Day ini merupakan bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar berinteraksi, bekerja sama, dan memahami nilai tanggung jawab, bukan sekadar berjualan. Ia juga memberikan apresiasi kepada orang tua.“Kami berterima kasih kepada wali murid yang ikut mempersiapkan kegiatan ini. Tanpa partisipasi mereka, acara ini tidak akan semeriah ini,” terangnya.
Kegiatan ini digelar dua kali dalam setahun, sejalan dengan visi FIES untuk membentuk young entrepreneurs.“Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki skill berwirausaha yang bermanfaat di masa depan,” tambahnya.
Selain menumbuhkan kreativitas, Market Day juga membangun kebersamaan. “Anak-anak belajar tentang kerja sama tim dan tanggung jawab dalam suasana yang menyenangkan,” ujar Rate Seftinindias lebih lanjut.
Acara ditutup dengan harapan besar dari Principal FIES. “Melalui Market Day, kami ingin mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memiliki jiwa kewirausahaan sejak dini. Ini menjadi wujud nyata pembelajaran kontekstual yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik,” tandasnya. (REDJAVA****)












