JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bermain layang-layang menjadi salah satu kegiatan favorit anak-anak hingga orang dewasa, terlebih saat cuaca cerah dengan tiupan angin yang bersahabat. Namun siapa sangka, hobi yang tampak sederhana ini bisa berubah menjadi sumber bahaya serius jika tidak dilakukan dengan bijak.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Sumenep, Pangky Yonkynata Ardiyansyah kepada media ini, Minggu (03/08/2025).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik milik PLN karena dapat membahayakan keselamatan jiwa dan mengganggu pasokan listrik ke rumah-rumah.
“Benang layang-layang itu bisa menjadi penghantar listrik, apalagi jika menggunakan benang kawat atau dilapisi logam. Kalau sampai mengenai jaringan listrik, bukan hanya bisa menyetrum, tapi juga berpotensi menyebabkan padamnya listrik di kawasan sekitar,” ujar Pangky.
Menurutnya, gangguan listrik akibat layang-layang bukan hal baru. Bahkan, kasus semacam ini masih cukup sering terjadi di beberapa wilayah.
Tak jarang, PLN harus melakukan pemeliharaan darurat akibat benang layangan tersangkut di jaringan tegangan menengah, yang bisa berujung pada terganggunya pelayanan terhadap pelanggan.
“Karena itu, kami mengimbau semua warga, terutama orang tua, untuk ikut mengawasi anak-anak saat bermain layangan. Jangan biarkan mereka bermain di dekat tiang dan kabel listrik. Pilihlah lapangan yang terbuka dan jauh dari jaringan listrik,” tegasnya.
PLN Sumenep juga memberikan beberapa tips aman bermain layang-layang:
- Pilih lokasi yang luas dan bebas dari kabel listrik.
- Jangan menggunakan benang berbahan logam atau kawat.
- Selalu dampingi dan awasi anak-anak saat bermain.
Pangky menambahkan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama PLN. Pihaknya tidak melarang aktivitas bermain layangan, namun meminta agar masyarakat lebih sadar akan risiko yang ditimbulkan bila dimainkan di lokasi yang tidak tepat.
“Mari kita jaga keselamatan bersama. Mainnya tetap seru, tapi juga harus aman. Jika masyarakat disiplin, maka listrik tetap andal dan keselamatan tetap terjaga,” pungkas Pangky.
Melalui kampanye edukasi publik ini, PLN berharap dapat menggugah kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga jarak antara aktivitas rekreasi dengan infrastruktur vital seperti jaringan listrik. Karena sejatinya, listrik bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihormati. (REDJAVA****)












