JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah gelombang tantangan pembangunan manusia, secercah cahaya kemanusiaan terpancar dari Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, turun langsung menyapa lima balita stunting yang hidup dalam kondisi rentan, Selasa (6/5/2025).
Aksi ini menjadi simbol nyata kepedulian yang melampaui formalitas birokrasi mengubah empati menjadi aksi.
Dua keluarga menjadi pusat perhatian: Ibu Abdiyah dengan tiga anak kembarnya, dan Ibu Afifah dengan dua buah hati yang tengah berjuang melawan stunting.

Di hadapan mereka, Istri Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tak sekadar membawa bantuan bergizi, melainkan juga membagikan edukasi pengasuhan anak yang holistik dan bernilai jangka panjang.
“Kami tidak datang sebagai pejabat, kami datang sebagai ibu yang peduli pada masa depan anak-anak bangsa,” tutur Nia Kurnia Fauzi.
Turut mendampingi dalam aksi kemanusiaan ini, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Sumenep, Helmi, tim medis dari Dinas Kesehatan P2KB, serta perwakilan dari Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep.
Langkah ini kemudian ditindaklanjuti secara konkret oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep.

Melalui Plt. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Reksos), Tri Budi Hastuti, Kadinsos Mustangin menegaskan bahwa dua keluarga tersebut akan dimasukkan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DTSEN), sebagai syarat menerima intervensi berkelanjutan dari pemerintah.
“Ini bukan bantuan sesaat. Ini strategi pemulihan jangka panjang yang terstruktur dan berbasis data. Kami pastikan mereka akan mendapat dukungan yang berkelanjutan, baik dari Kemensos maupun dari program daerah,” ujar Tri Budi Hastuti kepada media ini, Selasa (07/05/2025).
Langkah sinergis lintas sektor ini tidak hanya mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menangani stunting, tetapi juga memperlihatkan wajah baru birokrasi yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.
Kabupaten Sumenep kini berdiri sebagai teladan dalam perang terhadap stunting, menjadikan sentuhan pemimpin perempuan sebagai motor perubahan sosial. (REDJAVA****)










