JAVANETWORK.CO.ID SUMENEP – Pendidikan tidak hanya sebatas mentransfer ilmu, melainkan juga membentuk karakter serta menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Pesan inilah yang mengemuka dalam Seminar Pendidikan yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Wiraraja, Kamis (25/9/2025).
Mengusung tema “Mencetak Karakter Unggul: Calon Guru yang Visioner, Adaptif, dan Kreatif dalam Mengukir Prestasi di Era Digital”, seminar ini berlangsung di Graha 1 Universitas Wiraraja dengan menghadirkan Akhmad Fairusi, S.Pd., M.AP., Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, sebagai pemateri utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam penyampaian materinya, Fairusi menekankan bahwa calon guru tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter visioner dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Era digital membuka banyak peluang sekaligus tantangan. Guru harus kreatif agar mampu mengarahkan peserta didik menjadi generasi berprestasi dan berdaya saing,” ujarnya di hadapan peserta seminar.
Fairusi bahkan menggugah peserta dengan tiga pertanyaan reflektif yang membuat suasana ruang diskusi semakin hidup.
“Mengapa kalian mengambil jurusan pendidikan? Sudah siapkah kalian menjadi guru? Dan sudah layakkah nantinya kalian dipanggil guru?” katanya.
Menurutnya, guru sejati bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati yang menuntut kesiapan mental, spiritual, dan moral. Guru berkarakter unggul diyakini mampu menjadi teladan dan membawa perubahan positif, baik bagi peserta didik maupun lingkungannya.
“Tanpa karakter yang kuat, ilmu yang disampaikan akan kehilangan ruhnya,” tegasnya.
Fairusi kemudian menguraikan tiga pilar penting dalam membentuk calon guru masa depan: visioner, adaptif, dan kreatif.
Guru visioner, lanjutnya, adalah pendidik yang tidak hanya mengajar untuk hari ini, tetapi juga menyiapkan anak didik menghadapi masa depan. Mereka harus berorientasi tujuan, penuh semangat, serta berani menghadirkan gagasan kreatif dalam pembelajaran.
“Guru visioner adalah agen perubahan. Mereka terus mengembangkan diri, merancang pembelajaran inovatif, dan menjadi inspirasi bagi siswa untuk mengembangkan potensi kreatif,” jelasnya.
Selain itu, guru juga dituntut adaptif. Dunia pendidikan bergerak cepat, dipengaruhi perkembangan teknologi dan perubahan karakter generasi.
“Guru adaptif itu tidak kaku. Mereka memanfaatkan teknologi, membaca dinamika kelas, dan menciptakan suasana belajar yang relevan dengan kehidupan anak didik,” kata Fairusi.
Menurutnya, guru adaptif harus fleksibel, terbuka terhadap kritik, berani mengevaluasi diri, serta mampu menyesuaikan strategi mengajar sesuai kebutuhan siswa.
Sementara itu, kreativitas menjadi ruh penting dalam profesi guru. Guru kreatif bukan hanya piawai mengajar, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Mereka berani bereksperimen dengan metode dan media baru, menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi siswa, serta berkolaborasi untuk melahirkan gagasan inovatif.
“Kreativitas guru membuat siswa lebih antusias, membantu mereka berpikir kritis, dan membentuk karakter adaptif,” ucapnya.
Fairusi bahkan menyebut sejumlah cara praktis untuk menumbuhkan kreativitas guru. Di antaranya, terus belajar memperluas wawasan, terbuka pada peluang baru, serta berdiskusi dengan sesama pendidik untuk bertukar ide.
“Jangan hanya berhenti pada wacana. Kumpulkan ide-ide kreatif dan beranilah merealisasikannya. Berpikir fleksibel adalah kunci, karena dunia pendidikan terus bergerak maju,” ujarnya.
Seminar pendidikan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa FKIP. Suasana diskusi berjalan interaktif dan inspiratif, terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang dilontarkan peserta.
Rangkaian pemaparan tersebut menegaskan bahwa guru berkarakter unggul, visioner, adaptif, dan kreatif merupakan kunci mencetak generasi emas bangsa.
“Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi teladan kehidupan. Jika guru kuat karakternya, maka generasi yang lahir darinya pun akan kuat menghadapi dunia,” pungkas Fairusi. (REDJAVA****)








