JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Senin (18/8/2025) menjadi hari yang menegangkan di Kabupaten Sumenep. Dalam rentang waktu hanya beberapa jam, tiga insiden berbeda mengguncang warga: jalan licin akibat tumpahan solar di dua titik, lalu kebakaran mobil di sebuah pondok pesantren.
Peristiwa pertama dilaporkan pukul 12.00 WIB. Seorang warga bernama Sofi menghubungi layanan darurat SiLaPor 112 dan melaporkan adanya tumpahan solar di kawasan Nambakor, Kecamatan Saronggi. Jalanan licin membuat banyak pengendara terjatuh.

“Kami segera turunkan tim untuk melakukan evakuasi dan pembersihan, karena situasi cukup membahayakan,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Sumenep, Sugiyanto, kepada media ini, Senin (18/8/2025).
Belum tuntas penanganan di Nambakor, laporan kedua masuk pukul 16.12 WIB dari Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep. Seorang perempuan bernama Ririn nyaris terjatuh saat melewati tikungan barat sekolah PGRI karena jalan tergenang solar.
“Pengendara bisa celaka sewaktu-waktu bila tidak segera ditangani,” sambung Sugiyanto menirukan laporan warga.
Tak lama berselang, suasana makin tegang. Pukul 17.16 WIB, giliran warga Desa Sera Tengah, Kecamatan Bluto, yang panik. Sebuah mobil dilaporkan terbakar di area Pondok Pesantren An Nur. Api mengepul deras dan sempat membuat kepanikan di sekitar lokasi.
“Kami langsung meluncur dengan armada Damkar untuk melakukan pemadaman. Syukurlah, api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan pondok,” paparnya.
Menurutnya, tiga kejadian dalam sehari ini menjadi catatan penting bagi semua pihak. Tumpahan solar yang sering terjadi di jalan raya diduga kuat berasal dari kendaraan pengangkut BBM yang tidak tertutup rapat atau bocor. Sementara untuk kebakaran mobil, penyebab masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Yang jelas, masyarakat kami imbau agar selalu berhati-hati. Jika menemukan kondisi berbahaya di jalan atau insiden lain, segera hubungi SiLaPor 112 agar bisa kami tangani secepat mungkin,” pungkas Sugiyanto.
Rangkaian peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat di masyarakat Sumenep. Warga menilai, selain keberanian tim Damkar yang sigap, perlu ada perhatian lebih dari pihak terkait agar insiden serupa tidak berulang. (REDJAVA****)












