Bupati Sumenep Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo Tampil Gagah dengan Busana Adat, Simbol Cinta Budaya dan Jati Diri Bangsa

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Dengan Pakaian Adat Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-80

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Dengan Pakaian Adat Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-80

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, kembali mencuri perhatian publik.

Kali ini, orang nomor satu di Kabupaten Sumenep tersebut tampil gagah mengenakan busana adat Nusantara yang sarat makna filosofis. Dengan balutan pakaian berwarna hitam berhiaskan bordir emas, lengkap dengan kain batik dan blangkon khas, sosok Bupati Fauzi memancarkan wibawa sekaligus menegaskan identitas budaya bangsa.

Baca Juga :  Ini Disampaikan KH. Qusyari Saat FKUB Sumenep Gelar Musker

Penampilan Bupati Fauzi ini tidak hanya sekadar seremonial. Lebih dari itu, menurutnya, busana adat merupakan simbol keindonesiaan yang perlu terus dijaga dan dilestarikan, terutama oleh generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pakaian adat bukan hanya hiasan seremonial, melainkan wujud nyata penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat bahwa bangsa ini berdiri di atas fondasi kebudayaan yang agung,” ujarnya, Minggu (17/08/2025)

Ketua DPC PDI-P Sumenep  menambahkan, Sumenep yang dikenal sebagai daerah kaya tradisi harus menjadi barometer pelestarian budaya di Madura. Tidak hanya melalui seni, musik, atau tradisi lisan, tetapi juga dalam simbol-simbol keseharian seperti busana adat.

“Dengan menjaga budaya, kita sesungguhnya menjaga jati diri dan harga diri bangsa. Sumenep harus terus meneguhkan diri sebagai pusat kebudayaan yang membanggakan,” jelasnya.

Menurut Bupati Fauzi, kemajuan suatu daerah tidak boleh menggerus nilai-nilai kultural. Sebaliknya, pembangunan harus berpadu harmonis dengan pelestarian tradisi agar masyarakat tetap merasa memiliki akar sejarah dan identitas yang kokoh.

“Modernisasi boleh berjalan, pembangunan harus terus berlanjut. Tapi budaya adalah ruh yang membuat kita berbeda sekaligus istimewa di mata dunia,” tandasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU