JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Keberadaan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) di tingkat desa dinilai sangat mendesak dan krusial. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan pembentukan Satgas PPA yang digelar Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep di Balai Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Selasa (14/04).
Ketua Koalisi Perempuan Indonesia Sumenep, Nunung Fitriana, M.Pd., yang menjadi narasumber, menegaskan bahwa korban kekerasan cenderung mencari tempat curhat dan pertolongan pertama pada orang-orang terdekat di lingkungannya, bukan langsung ke instansi jauh.
“Korban kekerasan seksual dan keluarganya itu ketika terjadi peristiwa, tidak mungkin akan lari ke orang luar. Dia akan mencari orang-orang terdekat, tokoh agama, tokoh masyarakat. Makanya Satgas harus ada di level desa untuk menjadi pihak yang dipercaya dan siap memberikan pertolongan pertama.” kata Nunung Fitriana kepada media ini, Rabu (15/04/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam materi edukasi, Nunung juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat. Masih banyak tindakan yang dianggap sepele, padahal secara hukum dan norma sudah masuk kategori kekerasan.
“Di masyarakat kita masih sering menormalisasi tindakan-tindakan yang dianggap biasa saja padahal itu sudah kekerasan. Ini yang harus diluruskan agar tidak terjadi pembiaran.” ujarnya.
Selain aspek pendampingan psikologis dan pemahaman hak korban, peserta juga dibekali pengetahuan tentang alur pelaporan hukum. Narasumber menekankan agar Satgas dan masyarakat memiliki mental yang kuat.
“Satgas harus paham bagaimana pertolongan pertama dan tahapan hukumnya. Semua pihak harus paham bahwa berperkara itu bukan sesuatu yang singkat, prosesnya agak panjang dan butuh ketahanan.” pungkasnya.
Kegiatan ini bertujuan membekali kader desa agar lebih sigap, responsif, dan memiliki kompetensi dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan di wilayah masing-masing. (REDJAVA****)









