Sang Legenda Kerapan Sapi Madura: Indrajit & Roket

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sang Legenda Kerapan Sapi Madura: Indrajit & Roket

Sang Legenda Kerapan Sapi Madura: Indrajit & Roket

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di kawasan Dungkek, sejarah panjang budaya kerapan sapi pernah mencatat kisah yang hingga kini masih hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Kisah itu tentang dua pasangan sapi legendaris: Indrajit dan Roket simbol kejayaan, kecepatan, dan kehormatan di lintasan pacu.

Dituturkan oleh saksi hidup, Tadjul Arifien, legenda ini bermula pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an. Sosok sentral di balik kejayaan itu adalah seorang tokoh masyarakat keturunan Tionghoa, Tee Kam Bing. Ia dikenal luas sebagai pemilik dua pasang sapi kerapan terbaik pada masanya.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun 2024, Polda Jatim Komitmen Wujudkan Kamtibmas Kondusif dan Berantas Perjudian

Indrajit dan Roket bukan sekadar sapi lomba. Mereka adalah juara sejati yang hampir tak tersentuh kekalahan. Dalam setiap gelaran kerapan tingkat kabupaten, keduanya selalu mendominasi podium, bergantian merebut posisi juara pertama dan kedua.
Secara fisik, keduanya tampil memukau:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Indrajit: berbulu kuning keemasan, gagah dan elegan

– Roket: coklat kehitaman, kokoh dan berwibawa

Paha mereka mulus tanpa bekas luka rèkèngan, menunjukkan perawatan yang luar biasa. Metode pacuan pun unik—tanpa kekerasan. Hanya dengan pelepah daun kelapa yang dibelah menghasilkan bunyi khas “plak koplak koplak”, bahkan cukup dengan sentuhan ringan pada ekor, mereka melesat luar biasa.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Dliyaut Thalibin Desa Sogian Gelar Pawai Obor Sambut 1 Muharram 1445 H

Dalam lintasan sepanjang ±110 meter, kedua pasangan ini mampu menuntaskannya hanya dalam waktu sekitar 11–15 detik catatan yang mengagumkan pada zamannya.

Namun, kejayaan tak berlangsung selamanya. Sekitar tahun 1963, Tee Kam Bing wafat secara tragis akibat minuman oplosan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.

Konon, bukan hanya manusia yang berduka. Indrajit dan Roket disebut ikut merasakan kehilangan. Mereka menguak sepanjang malam, bahkan dikisahkan meneteskan air mata sebuah gambaran betapa kuat ikatan antara manusia dan hewan dalam tradisi ini.

Baca Juga :  Hadiri Diskusi Pendidikan, Bupati Sumenep, Guru Harus Bisa Mengaplikasikan Pembelajaran Informasi Teknologi

Setelah itu, jejak kedua pasangan sapi legendaris tersebut perlahan menghilang. Tak ada lagi kabar, tak ada lagi penampilan. Mereka seolah lenyap bersama berakhirnya satu era kejayaan.

Kisah Indrajit dan Roket bukan sekadar cerita lama. Ia adalah bagian dari identitas budaya Madura tentang dedikasi, kehormatan, dan hubungan emosional antara manusia dan alam.

Seperti ditutup oleh penuturnya:

“Penulis selaku saksi hidup.”

Sebuah penegasan bahwa legenda ini bukan dongeng, melainkan sejarah yang pernah benar-benar hidup. (REDJAVA****)

Penulis : Tadjul Arifin, Minggu (29/03/2026)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU