Sang Legenda Kerapan Sapi Madura: Indrajit & Roket

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sang Legenda Kerapan Sapi Madura: Indrajit & Roket

Sang Legenda Kerapan Sapi Madura: Indrajit & Roket

JAVANETWORK.CO.ID.ARTIKEL – Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di kawasan Dungkek, sejarah panjang budaya kerapan sapi pernah mencatat kisah yang hingga kini masih hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Kisah itu tentang dua pasangan sapi legendaris: Indrajit dan Roket simbol kejayaan, kecepatan, dan kehormatan di lintasan pacu.

Dituturkan oleh saksi hidup, Tadjul Arifien, legenda ini bermula pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an. Sosok sentral di balik kejayaan itu adalah seorang tokoh masyarakat keturunan Tionghoa, Tee Kam Bing. Ia dikenal luas sebagai pemilik dua pasang sapi kerapan terbaik pada masanya.

Baca Juga :  Paska Erupsi Semeru, BNPB Terjunkan 985 Personil Gabungan Ops Penangan Darurat

Indrajit dan Roket bukan sekadar sapi lomba. Mereka adalah juara sejati yang hampir tak tersentuh kekalahan. Dalam setiap gelaran kerapan tingkat kabupaten, keduanya selalu mendominasi podium, bergantian merebut posisi juara pertama dan kedua.
Secara fisik, keduanya tampil memukau:

– Indrajit: berbulu kuning keemasan, gagah dan elegan

– Roket: coklat kehitaman, kokoh dan berwibawa

Paha mereka mulus tanpa bekas luka rèkèngan, menunjukkan perawatan yang luar biasa. Metode pacuan pun unik—tanpa kekerasan. Hanya dengan pelepah daun kelapa yang dibelah menghasilkan bunyi khas “plak koplak koplak”, bahkan cukup dengan sentuhan ringan pada ekor, mereka melesat luar biasa.

Baca Juga :  Direktur Naghfir's Institute Hadiri Gathering Mitra Kerja Bank Jatim, Dorong Kolaborasi dan Sinergi Berkelanjutan

Dalam lintasan sepanjang ±110 meter, kedua pasangan ini mampu menuntaskannya hanya dalam waktu sekitar 11–15 detik catatan yang mengagumkan pada zamannya.

Namun, kejayaan tak berlangsung selamanya. Sekitar tahun 1963, Tee Kam Bing wafat secara tragis akibat minuman oplosan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.

Konon, bukan hanya manusia yang berduka. Indrajit dan Roket disebut ikut merasakan kehilangan. Mereka menguak sepanjang malam, bahkan dikisahkan meneteskan air mata sebuah gambaran betapa kuat ikatan antara manusia dan hewan dalam tradisi ini.

Baca Juga :  Gebyar Muharram 1447 H: Muslimat NU Sumenep Mantapkan Peran Sosial dan Spiritualitas Perempuan Nahdliyin

Setelah itu, jejak kedua pasangan sapi legendaris tersebut perlahan menghilang. Tak ada lagi kabar, tak ada lagi penampilan. Mereka seolah lenyap bersama berakhirnya satu era kejayaan.

Kisah Indrajit dan Roket bukan sekadar cerita lama. Ia adalah bagian dari identitas budaya Madura tentang dedikasi, kehormatan, dan hubungan emosional antara manusia dan alam.

Seperti ditutup oleh penuturnya:

“Penulis selaku saksi hidup.”

Sebuah penegasan bahwa legenda ini bukan dongeng, melainkan sejarah yang pernah benar-benar hidup. (REDJAVA****)

Penulis : Tadjul Arifin, Minggu (29/03/2026)

Berita Terkait

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul
Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak
Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur
Sensus 2026 hingga SILAPOR 112, Ini 3 Instruksi Penting Kepala Diskominfo Sumenep ke ASN
Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81
Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim
Berburu Bumbu Masak Instan di Pasar Jangara: Solusi Praktis, Murah dan Ramah di Kantong
Membanggakan! Atlet Muda Asal ‘Kota Keris’ Sumenep Dipanggil PASI Jatim untuk Kejurnas Atletik 2026 di Jakarta

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:41 WIB

Transformasi ASN Sumenep: Bupati Fauzi Luncurkan Aplikasi SIMANTRA demi Layanan Publik Unggul

Senin, 22 Juni 2026 - 17:19 WIB

Rakercab Pramuka Sumenep 2026, Bupati Fauzi Soroti Ancaman Media Sosial bagi Anak

Senin, 22 Juni 2026 - 11:57 WIB

Helmi Art Museum Dukung Pengembangan Keris Sumenep, Siap Jaga Warisan Budaya Leluhur

Senin, 22 Juni 2026 - 09:00 WIB

Wejangan Bupati Fauzi saat Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 77-81

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:35 WIB

Momentum Hari Asyura, Koramil Sapudi dan Masjid Baitul Bilad Sumenep Basuh Air Mata Anak Yatim

Berita Terbaru