JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Dalam rangka menyambut tahun pelajaran baru 2025–2026, SMAN 1 Sumenep menggelar kegiatan bertajuk Peningkatan Kinerja Pendidik dalam Penerapan Pembelajaran Mendalam, Sabtu (12/7/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah ini diikuti oleh seluruh guru, baik yang berstatus ASN, PPPK, maupun GTT, sebagai bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
Acara ini merupakan inisiatif Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Rafiudin, M.Pd, bersama jajaran manajemen sekolah, dengan harapan dapat memberikan bekal yang lebih kokoh bagi para guru dalam menghadapi dinamika kelas di tahun ajaran mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Rafiudin menyampaikan apresiasi mendalam kepada narasumber utama, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd, dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman terkait Pembelajaran Mendalam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Profesor Suyatno atas kesediaannya hadir dan berbagi ilmu. Kami juga berharap seluruh guru dapat mengikuti kegiatan ini secara maksimal, karena ini adalah bekal penting dalam pelaksanaan pembelajaran yang lebih bermakna di kelas,” ujar Rafiudin
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep, Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si, yang turut hadir dan memberikan sambutan.
Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya kesiapan guru dalam menguasai dan menerapkan strategi pembelajaran yang efektif di era kurikulum yang terus berkembang.
“Ini adalah langkah konkret yang sangat positif dari SMAN 1 Sumenep. Guru yang hebat adalah guru yang mau terus belajar, dan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kita tidak pernah berhenti menimba ilmu untuk kepentingan siswa,” tutur Dr. Budi.
Materi utama Pembelajaran Mendalam disampaikan dengan penuh semangat dan metode interaktif oleh Profesor Suyatno.
Ia mengupas tuntas konsep, strategi, hingga implementasi praktis dari pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif di dalam kelas. Dengan gaya penyampaian yang variatif dan mudah dipahami, suasana pelatihan terasa hidup dan inspiratif.

Selama tiga jam sesi berlangsung, para peserta tampak antusias menyimak dan berdiskusi aktif.
Banyak dari mereka menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang aplikatif untuk diterapkan dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Lebih lanjut Rafiudin menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat menjadi pemantik semangat baru bagi para guru dalam menjalankan peran strategisnya sebagai pendidik.
“Semoga kegiatan ini membawa pencerahan dan energi baru bagi para guru di SMAN 1 Sumenep. Kami percaya, guru yang terus belajar akan melahirkan generasi yang hebat,” pungkasnya. (REDJAVA****)








