JAVANETWORK.CO.ID.JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia (RI) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar,.M.H. merespons penangkapan 3 terduga teroris oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, Jumat (28/10/2022) lalu. Satu di antara tiga orang itu teridentifikasi sebagai Kepala SD di Kabupaten Sumenep.
Menurut Kepala BNPT, dugaan terlibatnya Kasek atau guru SD dalam aktivitas terorisme tersebut menunjukkan bahwa virus terorisme dan radikalisme bisa masuk ke mana saja, tidak memandang status dan profesi orang.
“Itulah, virus bisa mengena siapa saja ya, virus intoleransi, radikalisme tidak pernah lihat status sosial, tidak melihat profesi. Jadi, itu adalah bukti bahwa virus ini tidak mengenal status sosial. Guru bisa kena,” ujar Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar,.M.H di sela-sela acara Parade Budaya Nusantara BNPT dengan rute Sarinah-Bundaran HI-Sarinah, Jakarta, pada Minggu (06/11/2022)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, kata Jenderal Bintang Tiga, perlu keterlibatan semua pihak dalam mengantisipasi dan mencegah masuknya virus intoleran, radikalisme, dan terorisme.
Menurutnya, upaya pencegahan dan pemberantasan terorisme tidak bisa hanya dilimpahkan kepada pemerintah saja
“Perlu kewaspadaan yang ekstra kita semuanya. Kembalilah kepada jati diri kepribadian bangsa Indonesia yang toleransi menghormati kemajemukan, memiliki semangat persatuan, itu adalah identitas kita,” tandas dia.
Boy mengungkapkan, BNPT saat ini melakukan empat hal untuk mencegah dan meminimalisasi virus intoleran, terorisme, dan radikalisme, yakni transformasi wawasan kebangsaan yang berpatokan pada UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI; Revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan; Moderasi ajaran-ajaran agama; dan penguatan budaya Nusantara.
Karena itu, kata Boy Rafli Amar pihaknya menggelar parade Budaya Nusantara dalam rangka penguatan budaya untuk mencegah masuknya virus intoleran, terorisme dan radikalisme.
“Sebagai pihak yang bergerak pada sektor pencegahan penyebaran pengaruh intoleransi, radikalisme, dan terorisme, parade tersebut juga merupakan wujud upaya BNPT RI dalam membangun ketahanan bangsa Indonesia melalui penguatan aspek budaya. Dengan demikian, terbangun ketahanan bangsa Indonesia dari pengaruh intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” pungkas Boy Rafli Amar. (REDJAVA/FRN****)









