Rakor Forkopimda, Kapolda Jatim Sampaikan Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024

- Redaksi

Senin, 11 Desember 2023 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor Forkopimda, Kapolda Jatim Sampaikan Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024, Senin (11/12/2023)

Rakor Forkopimda, Kapolda Jatim Sampaikan Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024, Senin (11/12/2023)

JAVANETWORK.CO.ID.SURABAYA – Polda Jawa Timur telah menyiapkan skema pengamanan wilayah dalam menjaga kondusifitas kamtibmas (keamanan dan ketertiban Masyarakat) dalam mengahadapi beberapa moment di Jawa Timur, mulai dari Pemilu, Libur Nataru, hingga Idul Fitri nanti.

Khusus pada seluruh tahapan Pemilu, Polda Jawa Timur telah melakukan beberapa hal diantaranya pemetaan kerawanan Pemilu, kesiapan Polri dalam pengamanan pemilu serta strategi yang akan dilaksanakan selama keamanan pesta demokrasi itu.

Sedangkan untuk menghadapi libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) Polda Jatim bersama stakeholder juga telah menyiapkan pola pengamanan demi kemaanan,keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas (Kamseltibcarlantas).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si pada rapat koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur di Convention Hall, Grand City, Surabaya, Senin (11/12/2023).

Dijelaskan oleh Kapolda Jatim pada Rakor dalam rangka Harkamtibmas jelang Pemilu Serentak 2024 itu bahwa pemetaan terakhir yang masuk kategori aman ada 8 kabupaten/kota.

Sedangkan yang memiliki kategori rawan ada di 25 kabupaten/kota dan yang sangat rawan ada 5 kabupaten/kota yaitu seluruh wilayah di pulau Madura dan satu di Pasuruan.

Baca Juga :  Karo Penmas Divhumas Polri : Gangguan Kamtibmas Terjadi Penurunan Sebanyak 342 Kejadian

Pemetaan kerawanan ini terang Kapolda Jatim adalah hasil evaluasi dan analisa berdasarkan pelaksanaan dan penyelenggaraan pemilu di tahun 2019.

“Pertama terkait dengan netralitas penyelenggara pemilu, pada pemilu sebelumnya ini terjadi indikasi kecurangan yang berujung pada dilaksanakannya PSU dan hitung suara ulang,” kata Irjen Imam Sugianto.

Kedua lanjut Kapolda Jatim, secara konflik pemilu sebelumnya beberapa kasus menonjol diantaranya, bentrok antar pendukung bahkan ada yang menggunakan senjata api illegal.

“Pada Pemilu tahun 2019 juga sempat terjadi pencurian kotak suara,pengerusakan, bahkan sampai adanya pembakaran Mako Polsek dan pengerahan massa dalam rangka menolak penghitungan hasil pemilu, ini inventarisir terhadap sejarah konflik pemilu di 2019,” tambah Irjen Imam.

Sedangkan yang Ketiga, Kapolda Jatim menyebut karakteristik masyarakat Jawa Timur, ada sebagian masyarakat yang cukup memiliki temperamen tinggi kemudian mudah terprovokasi terhadap isu dan pemberitaan hoax termasuk politik identitas.

Kemudian keempat hasil pemetaan di seluruh Pulau Madura menurut Kapolda Jatim adalah pengaruh tokoh masyarakat sangat patuh terhadap tokoh agama, ulama, kepala desa.

“Dan terakhir adalah fanatisme relawan, yang mana kurang lebih 41 juta jumlah penduduk Jawa Timur betul-betul memunculkan berbagai potensi relawan untuk mendukung Paslon sehingga di grass road ini memiliki potensi kerawanan untuk bentrok,” terang Irjen Imam.

Baca Juga :  Kemenag Sumenep Gelar Lomba Kemerdekaan, Semarakkan HUT RI ke-79

Lebih jauh disampaikan, indeks potensi kerawanan yang di launching oleh Mabes Polri ada tiga tahapan yang sudah dilaksanakan, pertama di tahun 2022 yaitu bulan September, Jawa Timur masuk kurang rawan, kemudian di tahap kedua di Januari 2023, Jawa Timur naik sangat rawan dan kemudian terakhir bulan Agustus 2023 indeks potensi kerawanan di Jawa Timur turun hanya menjadi rawan.

“Mudah-mudahan 5 dimensi yang dipakai mengukur indeks kerawanan di Jawa Timur ini memiliki kevalidan bagus, sehingga antisipasi yang harus disiapkan untuk menghadapi pemetaan kerawanan ini betul-betul tepat,” ungkap Irjen Imam.

Kapolda Jatim juga menyebut ada dua isu sosial yang mempengaruhi tahapan Pemilu di 2024 yang harus menjadi perhatian.

Pertama ancaman intoleran radikalisme dan terorisme yang masih betul-betul mengemuka dan Kedua adalah isu sosial yang mempengaruhi tahapan Pemilu di 2024 itu yaitu konflik perguruan pencak silat.

“Kedua hal ini tidak boleh diabaikan, ini harus menjadi perhatian seluruh pihak,” tegas Irjen Imam.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024, Warga Kangean Pulang Kampung Bersama KMP Monggityango Hulalo

Kapolda Jatim juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran Forkopimda yang telah bersama-sama mengatasi beberapa konflik terkait perguruan pencak silat.

“Ini saya terima kasih kepada rekan-rekan forkopimda di kabupaten kota terutama ibu Gubernur, atas dukungan kebersamaan kita untuk mengajak para anggota dari simpatisan perguruan pencak silat ini untuk bersama-sama membongkar tugu tugu di Desa maupun kecamatan yang menjadi salah satu pemicu terjadinya konflik antar perguruan pencak silat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hadir dalam Rakor yang digelar oleh Forkopimda Jawa Timur itu dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto, Pangdam V Brawijaya, yang diwakili Danrem 084 Baskara Jaya, Brigjen TNI Yusman Madayun, serta Forkopimda Kabupaten/ Kota dan Forkopimcam se Jatim.

Rakor digelar dalam rangka Harkamtibmas jelang Pemilu Serentak 2024, yang dilaksanakan di Convention Hall, Grand City, Surabaya, Senin (11/12/2023).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menerangkan, bahwa rakor yang dilaksanakan hari ini tidak hanya sekedar untuk Pemilu, Pilpres, Pileg, tetapi juga rangkaian dari Pilkada serentak dan Nataru. (REDJAVA/FRN JATIM****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU