JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep menggelar resepsi Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI di Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba), Senin (9/2/2026).
Momentum ini dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali komitmen insan pers terhadap profesionalisme, kode etik jurnalistik, serta kepedulian terhadap isu lingkungan.
Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menegaskan bahwa peringatan HPN tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, HPN harus menjadi ruang refleksi bagi jurnalis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab.
“Ini harus menjadi stimulan untuk meneguhkan semangat kami dalam menjalankan peran dan fungsi pers sesuai kode etik jurnalistik, sekaligus menegaskan kembali marwah jurnalistik,” ujar Faisal dalam sambutannya.
Resepsi HPN 2026 tersebut diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pemberian penghargaan hingga Halaqah Pers dan Lingkungan yang mengangkat tema ‘Tambang, antara Pembangunan dan Ancaman Lingkungan’. Tema ini dipilih karena aktivitas pertambangan di Madura dinilai semakin kompleks dan memicu kekhawatiran publik.
Faisal menjelaskan, pers memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya memberitakan, tetapi juga membuka ruang dialog di tengah benturan kepentingan antara pembangunan daerah dan keberlanjutan lingkungan.
“Di sinilah kami PWI merasa perlu hadir. Tidak hanya menulis, tetapi juga berdiskusi dengan berbagai pihak agar ada kesadaran bersama terkait dampak penambangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Faisal menyoroti makna tema nasional HPN 2026 ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’. Ia menilai tema tersebut menegaskan posisi strategis pers dalam mendukung pembangunan nasional melalui penyajian informasi yang akurat dan berpihak pada kepentingan publik.

“Pers yang sehat, profesional, independen, dan berintegritas mampu menyuguhkan informasi yang akurat, menyejukkan, namun tetap kritis. Ini penting untuk mendorong ekonomi yang berdaulat,” katanya.
Menurut Faisal, kualitas pers memiliki hubungan langsung dengan kekuatan bangsa. Ketika pers menjalankan fungsinya secara berimbang dan beretika, maka stabilitas sosial dan kepercayaan publik akan terjaga.
“Ketika ekonomi berdaulat, bangsa akan menjadi kuat, kokoh, dan hebat. Di situ peran pers sangat menentukan,” tandasnya.
Melalui peringatan HPN 2026 dan halaqah tersebut, PWI Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas jurnalistik sekaligus mengawal isu-isu strategis, khususnya lingkungan hidup, demi keberlanjutan generasi mendatang. (REDJAVA/$$$)













