PPPK dan TPP Bergantung PAD, Bupati Fauzi: Kinerja OPD Jadi Penentu

- Redaksi

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH Thamrin Saat Diwawancarai Sejumlah Awak Media Usai Pelantikan Tim Cagar Budaya Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (05/05/2026)

Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH Thamrin Saat Diwawancarai Sejumlah Awak Media Usai Pelantikan Tim Cagar Budaya Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (05/05/2026)

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa keberlanjutan nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di Kabupaten Sumenep sangat bergantung pada kekuatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pernyataan itu disampaikan Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH bersama Wakil Bupati KH Imam Hasyim, SH, MH usai menghadiri resepsi pelantikan Tim Ahli Cagar Budaya di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, struktur belanja pegawai saat ini sudah melampaui ambang batas ideal sebagaimana ketentuan perundang-undangan. Hal tersebut dipicu oleh pembebanan gaji PPPK yang kini ditanggung oleh pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara aturan, belanja pegawai di bawah 30 persen sebenarnya bisa terpenuhi jika gaji PPPK tidak dimasukkan. Namun faktanya sekarang PPPK digaji daerah, sehingga naik menjadi sekitar 37 persen, ditambah BLUD yang juga harus kita tanggung,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo kepada sejumlah awak media.

Dalam kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep memilih fokus pada peningkatan PAD sebagai jalan keluar utama untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah.

“Solusinya satu, seluruh OPD harus bekerja maksimal meningkatkan PAD agar kondisi fiskal tetap sehat,” tegasnya.

Meski demikian, Bupati Fauzi memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk merumahkan PPPK, meskipun beban belanja pegawai terus meningkat. Namun, ia memberikan peringatan keras terkait kinerja perangkat daerah.

“Jangan berpikir untuk merumahkan PPPK. Tapi kalau kinerja tidak maksimal, bukan hanya PPPK, TPP juga bisa kita evaluasi,” tutup sosok orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menjelaskan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumenep, Dul Siam mengungkapkan bahwa tingginya belanja pegawai selalu menjadi bahan evaluasi legislatif setiap tahun.

Baca Juga :  Dirjen Bina Bangda Menghimbau Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) Seluruh Untuk Bersinergi Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Daerah

Namun, ia menilai kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri dari wilayah kepulauan menjadi faktor utama yang membuat efisiensi sulit dilakukan.

“Belanja pegawai memang selalu dievaluasi untuk dirampingkan. Tapi kondisi kepulauan membuat hal itu tidak mudah. ASN di wilayah kepulauan tidak mungkin disatukan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH menyebut capaian PAD hingga triwulan I 2026 masih berada di kisaran 20 persen.

Baca Juga :  Polisi Menyapa: Tips Lengkap Urus STNK Hilang Bagi Warga Sumenep

Dirinya menjelaskan, capaian tersebut dipengaruhi keterlambatan pembayaran dari wajib pajak, yang menyisakan sekitar 5 persen dari potensi awal tahun.

“Ada margin sekitar 5 persen karena sebagian wajib pajak membayar mundur. Itu hal yang wajar dalam siklus penerimaan,” jelas Dian sapaan akrabnya.

Meski demikian, Pemkab Sumenep tetap optimistis mampu melampaui target PAD. Setelah melampaui target Rp322 miliar pada 2025, pemerintah daerah kini menaikkan target secara bertahap hingga Rp354 miliar, bahkan membidik Rp500 miliar saat perubahan APBD.

“Kami akan terus menggenjot PAD. Pada perubahan anggaran nanti, target akan kami review untuk bisa melampaui capaian yang ada,” tegasnya.

Ia memastikan strategi peningkatan PAD tidak akan dilakukan melalui kenaikan tarif pajak, melainkan dengan optimalisasi potensi yang ada, termasuk digitalisasi sistem pajak dan pendekatan jemput bola.

Baca Juga :  Semarak Bulan Suci Ramadhan HIMAESYA Kembali Berbagi

Selain itu, Pemkab Sumenep juga tengah menyiapkan sumber PAD baru dari sektor telekomunikasi melalui regulasi pemanfaatan ruas jalan yang ditargetkan rampung pada akhir tahun.

“Kami tidak ingin masyarakat terbebani. Fokus kami adalah optimalisasi potensi yang ada, bukan menaikkan tarif,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi
Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini
Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD
PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni
Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep
154 Warga Binaan Rutan Sumenep Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas
75 Paskibraka Sumenep Sukses Kawal HUT ke-81 RI, Honor Cair dan Evaluasi Besar Disiapkan
Camat Pragaan Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Nasionalisme dan Perkuat Kebersamaan Warga

BERITA TERKAIT

Rabu, 16 September 2026 - 08:22 WIB

Kakanwil Ditjenpas Jatim Kusnali Sambangi Rutan Sumenep, Kejar Paket hingga Batik Catra Tuai Apresiasi

Minggu, 13 September 2026 - 23:59 WIB

Disdik Sumenep Dorong Dongeng Jadi Senjata Pendidikan Karakter Anak Sejak Dini

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bersama Kita Bisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Pesan Kuat Bapenda Sumenep di Tengah Perjuangan Kejar Target PAD

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

PK PMII STAIM Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme: Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Seremoni

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Personel Yonif TP 931/KJ Hadirkan Semangat Kemerdekaan di MI Miftahun Najah Sumenep

BERITA TERBARU