JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Kepolisian Resor Sumenep menegaskan sikap tegasnya dalam melawan segala bentuk eksploitasi seksual.
Dalam momentum peringatan Hari Perlawanan Terhadap Eksploitasi Seksual Sedunia, Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., bersama Wakapolres Kompol Masyhur Ade, S.I.K., M.H., serta seluruh jajaran, menyerukan perlawanan terhadap kejahatan yang merampas hak dan martabat korban eksploitasi seksual.
Bertempat di Mapolres Sumenep, pernyataan ini menjadi bagian dari komitmen institusi kepolisian dalam memberantas jaringan perdagangan manusia dan eksploitasi seksual yang sering kali menargetkan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak.
“Eksploitasi seksual bukan hanya kejahatan terhadap individu, tetapi juga penghancuran nilai-nilai moral dalam masyarakat. Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku di Sumenep. Kepolisian akan bertindak tegas dan tanpa kompromi,” ujar AKBP Henri Noveri Santoso dalam keterangannya, Selasa (04/03/2025).
Senada dengan Kapolres, Wakapolres Kompol Masyhur Ade juga menekankan bahwa perlindungan terhadap korban dan penindakan terhadap pelaku harus berjalan beriringan.
“Hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga berperan penting dalam memberikan informasi kepada pihak berwenang agar rantai eksploitasi ini dapat diputus,” tegasnya.
Peringatan Hari Perlawanan Terhadap Eksploitasi Seksual Sedunia bukan sekadar pengingat, tetapi juga bentuk nyata dari gerakan nasional yang harus terus dikobarkan.
Polres Sumenep mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi, tokoh agama, aktivis perempuan, dan pemuda, untuk bersatu melawan eksploitasi seksual yang kian marak dengan berbagai modus, terutama melalui dunia digital.
Kepolisian juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan edukasi sejak dini mengenai bahaya eksploitasi seksual, termasuk bagaimana mengenali tanda-tandanya serta cara melaporkannya kepada pihak berwenang.
Dengan deklarasi sikap tegas ini, Polres Sumenep menegaskan bahwa kota ini bukan tempat bagi para predator seksual. Sumenep harus menjadi zona aman bagi semua warganya.
“Kami berharap ini menjadi gerakan yang menggema, bukan hanya di Sumenep tetapi juga di seluruh Indonesia. Jangan pernah takut untuk bersuara! Mari kita lawan bersama-sama,” pungkas AKBP Henri Noveri Santoso. (REDJAVA****)











