Petani Tembakau Sumenep Mulai Semai Benih, DKPP Optimistis Panen dan Harga Meningkat

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Memasuki musim kemarau 2026, aktivitas petani tembakau di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai menggeliat.

Sejumlah petani di berbagai wilayah dilaporkan telah memulai penyemaian benih sebagai langkah awal menghadapi musim tanam tembakau tahun ini.
Musim kemarau menjadi periode yang paling dinantikan para petani tembakau di Sumenep.

Kondisi cuaca yang cenderung kering dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman tembakau, khususnya varietas unggulan yang selama ini menjadi kebanggaan daerah, yakni tembakau daun emas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa masyarakat petani memang telah bersiap menyambut musim tanam seiring mulai masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah.

“Kalau di Madura, khususnya Sumenep, musim kemarau memang sudah ditunggu para petani karena kami memiliki varietas unggulan berupa tembakau daun emas,” kata Chainur Rasyid, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Bupati Fauzi Terima Penyerahan Pusaka Keraton di Pendopo Agung Keraton Sumenep

Meski demikian, pria yang akrab disapa Inung itu mengingatkan para petani agar tidak mengabaikan faktor cuaca.

Menurutnya, kondisi iklim saat ini masih menunjukkan ketidakstabilan karena di beberapa wilayah masih terjadi cuaca mendung yang berpotensi memengaruhi proses budidaya.

“Dalam sektor pertanian, cuaca dan iklim menjadi faktor yang sangat penting. Saat ini masih ada beberapa wilayah yang kondisinya mendung sehingga petani harus benar-benar mempertimbangkan kondisi iklim sebelum mulai menanam,” ujarnya.

DKPP Sumenep menilai datangnya musim kemarau tahun ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas tembakau lokal yang selama ini memiliki daya saing tinggi di pasar.

Selain dikenal memiliki karakteristik khas, tembakau Sumenep juga memiliki permintaan yang cukup besar dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Berikut Pesan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Saat Lantik dan Sumpah Janji Pimpinan OPD

“Dengan musim kemarau yang mulai masuk, harapannya kualitas tembakau semakin baik karena potensi dan permintaan pasar terhadap tembakau Sumenep cukup besar,” ungkap Inung sapaannya.

Berdasarkan data DKPP Kabupaten Sumenep, luas lahan tembakau yang dimanfaatkan petani pada 2024 mencapai sekitar 18 ribu hektare. Namun pada 2025, luas tanam mengalami penurunan menjadi sekitar 14 ribu hektare.

Pada musim tanam 2026, pemerintah daerah memperkirakan luas areal tanam tembakau kembali meningkat.

Optimisme tersebut didukung oleh masih tersedianya lahan potensial yang cukup luas, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal yang selama ini menjadi sentra budidaya tembakau rakyat.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lagi karena potensi lahan masih cukup banyak, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunjungi Pasar Murah Ramadhan 2023 di Kecamatan Pasongsongan, Wabup Sumenep Berikan Santunan Anak Yatim

Hasil koordinasi DKPP dengan para penyuluh pertanian di lapangan juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas petani.

Sejumlah kelompok tani dilaporkan telah memulai penyemaian benih sebagai persiapan menghadapi musim tanam.

“Kami mendapat laporan dari para penyuluh bahwa sudah ada masyarakat yang mulai melakukan penyemaian benih tembakau,” tambah Kadis DKPP Chainur Rasyid.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas tembakau.

Selain menghasilkan daun tembakau berkualitas tinggi, kondisi cuaca yang ideal juga diharapkan mampu mendongkrak harga jual sehingga memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

“Harapan kami kualitas tembakau bagus, harganya juga bagus, dan cuaca tetap bersahabat sehingga tidak memengaruhi kualitas tembakau saat panen nanti,” pungkasnya. (REDJAVA****)

Berita Terkait

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan
Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep
Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang
BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura
Humanis dan Sigap, Polwan Polres Sumenep Kawal Kelancaran Sholat Jumat di Sejumlah Masjid
KBS Sumenep Salurkan 55 Nasi Bungturat, Tebar Kepedulian dan Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan
Buka Akses Pendidikan di Balik Jeruji, Rutan Sumenep Gelar Program Kesetaraan bagi Warga Binaan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:42 WIB

Puluhan Prajurit Yonif 931/JKT Bersama DLH Sumenep Bersihkan Jalan Pahlawan, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WIB

Nelayan Asal Masalembu Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Masih Berlangsung

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Dunia Usaha Sumenep

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:40 WIB

Jamin Keselamatan Pelayaran, KSOP Kalianget Gelar Ramp Check Kapal Penumpang

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Berita Terbaru

Kepala BMKG Stasiun Trunojoyo Sumenep Ari Widjajanto

Bangkalan

BMKG Ungkap Penyebab Siang Terik dan Malam Dingin di Madura

Jumat, 5 Jun 2026 - 17:35 WIB