JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Komitmen membangun budaya baca sejak usia dini kembali ditegaskan melalui peresmian Perpustakaan Ramah Anak Gelombang III Tahun 2026 di SDN Lobuk I, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Senin (27/4/2026).
Prosesi pembukaan berlangsung di halaman SDN Lobuk, Kecamatan Bluto dan ditandai dengan pemukulan gong bersama, simbol dimulainya gerakan literasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Acara ini dihadiri Kepala Desa Lobuk Moh. Saleh, S.Pd.I., M.M, Ketua Komite SDN Lobuk I Sudarmaji, S.H., M.Si, pendamping program Misrawi, S.Pd., M.Pd, serta unsur guru dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh, menilai program ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar.“Program ini sangat bagus dan perlu didukung bersama, terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi anak sejak dini,” kata Kades Lobuk Moh. Saleh.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen agar fasilitas yang telah dibangun benar-benar memberi dampak nyata.“Kami berharap seluruh pihak, baik sekolah maupun masyarakat, ikut menjaga dan memanfaatkan perpustakaan ini sebagai ruang belajar yang produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite SDN Lobuk I, Sudarmaji, menyoroti pentingnya pengelolaan perpustakaan yang lebih profesional.“Perpustakaan sebenarnya sudah lama ada, tetapi perlu penanganan yang lebih serius, termasuk penunjukan pustakawan agar pengelolaannya optimal,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga sistem pengelolaan yang berkelanjutan.“Dengan pengelolaan yang baik, perpustakaan bisa menjadi pusat kegiatan belajar yang benar-benar hidup dan mendukung kesuksesan program perpustakaan ramah anak,” tegas Sudarmaji.
Di sisi lain, pendamping program, Misrawi, menekankan pentingnya keterlibatan aktif warga sekolah dalam memanfaatkan fasilitas tersebut.“Perpustakaan ini bukan hanya tempat membaca, tetapi juga ruang belajar dan bermain yang edukatif. Buku-bukunya sudah disesuaikan dengan usia anak sehingga mampu mendukung perkembangan literasi mereka,” ungkapnya.

Perpustakaan ramah anak ini dirancang dengan konsep yang nyaman dan menarik bagi siswa, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus kreativitas.
Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, inspiratif, dan berorientasi pada masa depan generasi muda. (REDJAVA****)











