JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Suasana hangat dan semangat membara memenuhi gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Sumenep siang ini.
Puluhan siswa SMP Nurul Bayan datang berbondong-bondong sejak pukul 13.00 WIB untuk mengikuti kunjungan literasi yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sumenep.
Kegiatan edukatif yang berlangsung hingga sore hari ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali semangat membaca di kalangan pelajar.
Anak-anak tampak antusias menyusuri rak demi rak, memilih buku, dan menikmati suasana nyaman di ruang baca utama.
Mewakili Kepala Dispusip Sumenep Rudi Yuyianto, S.E., M.Si., Pustakawan Ahli Muda Drs. Syaiful Bahri menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif SMP Nurul Bayan yang menjadikan kunjungan ke Perpusda sebagai bagian dari proses belajar.
“Kami sangat bangga, hari ini anak-anak menunjukkan bahwa minat baca di Sumenep masih hidup dan terus berdenyut,” kata Syaiful kepada media ini disela kegiatan, Rabu (08/10/2025).
Menurutnya, kegiatan literasi seperti ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi bagian dari gerakan sosial yang menanamkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak usia dini.
“Kami ingin Perpusda tidak hanya menjadi tempat membaca, tapi juga menjadi rumah inspirasi dan laboratorium ide bagi generasi muda Sumenep,” lanjutnya.
Dispusip Sumenep, kata Syaiful, terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai program yang ramah pelajar, mulai dari rumah dongeng, perpustakaan keliling, hingga pojok baca digital yang kini mulai ramai dimanfaatkan siswa sekolah.
“Literasi hari ini bukan hanya tentang membaca buku, tapi bagaimana mengolah informasi menjadi pengetahuan dan karakter. Itulah arah baru yang sedang kami kembangkan,” jelasnya.
Syaiful menambahkan, pihaknya berkomitmen menjadikan Perpusda sebagai ruang publik yang inklusif, nyaman, dan menyenangkan.
“Kami ingin setiap anak merasa bahwa perpustakaan adalah tempat yang bersahabat tempat di mana ide tumbuh dan cita-cita disemai,” ujarnya dengan senyum hangat.
Bang Ipong sapaan akrabnya berharap, langkah SMP Nurul Bayan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sumenep untuk menjadikan literasi sebagai gaya hidup di lingkungan pendidikan.
“Setiap langkah kecil menuju perpustakaan adalah langkah besar menuju masa depan yang cerdas,” pungkasnya. (REDJAVA****)











