JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah maraknya keluhan soal ketertutupan layanan publik di banyak desa, Pemerintah Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, justru tampil beda.
Tanpa basa-basi, Kepala Desa Tanjung, Peni Kumalasari, SE, secara terbuka merilis jadwal pelayanan desa untuk bulan Mei 2025 dan publik pun riuh memberikan apresiasi.
Melalui sebuah pamflet bergaya profesional, Pemdes Tanjung mengumumkan bahwa layanan desa ditutup pada 12 dan 13 Mei dalam rangka Hari Raya Waisak 2569 BE dan cuti bersama, serta akan dibuka kembali pada 14 Mei 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi ini tidak hanya menjadi bentuk keterbukaan, tetapi juga simbol keseriusan Desa Tanjung dalam membangun sistem pelayanan yang akuntabel dan menghargai waktu masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tahu secara jelas dan tidak dibuat bingung kapan pelayanan desa buka dan tutup. Ini soal kejujuran dalam melayani,” kata Peni Kumalasari kepada media, Minggu (11/05/2025).
Pamflet yang menyertakan foto balai desa dan sang kepala desa berseragam putih lengkap itu langsung menyebar luas di media sosial.
Tagar #TanjungMaju dan #PemdesTanjung meroket di kalangan warganet Sumenep. Tak sedikit yang menyebut langkah ini sebagai desain pelayanan ala kota besar tapi dijalankan oleh desa kecil yang visioner.”
Peni Kumalasari memang dikenal sebagai pemimpin perempuan muda yang berani, terbuka, dan berpihak kepada masyarakat.
Di masa kepemimpinannya, berbagai perubahan positif terjadi, mulai dari tata kelola pemerintahan yang lebih sistematis, hingga komunikasi digital yang aktif dan transparan.
“Kami tidak ingin warga datang jauh-jauh ke balai desa, lalu kecewa karena tidak tahu kalau libur. Dengan keterbukaan ini, semua jadi jelas. Itu tugas kami sebagai pelayan,” tandasnya.
Kini, Desa Tanjung tidak lagi hanya dikenal sebagai wilayah administratif di Kecamatan Saronggi, tetapi juga sebagai simbol kemajuan desa berbasis informasi. (REDJAVA****)









