Bersama Lawan Campak: Dinkes P2KB Sumenep Bergerak, Imunisasi Jadi Tanggung Jawab Kita Semua

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep Samsuri

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep Samsuri

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Ancaman penyakit menular kembali menghantui masyarakat Sumenep. Sepanjang Januari hingga pekan pertama Agustus 2025, sebanyak 1.534 kasus campak dilaporkan di wilayah ini. Angka yang mengejutkan ini menjadi peringatan keras bahwa wabah yang dulu dianggap telah terkendali, kini kembali merebak secara masif.

Data tersebut bersumber dari laporan 30 Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan dan 4 rumah sakit rujukan utama, yakni RSUD dr. H. Moh. Anwar, RS Islam Garam Kalianget, RS Sumekar, dan RS Esto Ebhu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep, Samsuri, menyampaikan bahwa lonjakan kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Campak bukan hanya penyakit biasa, tetapi termasuk infeksi virus yang sangat menular dan berisiko tinggi menimbulkan komplikasi, terutama pada anak-anak.

“Penularan campak bisa sangat cepat. Kami melihat tren peningkatan dari bulan ke bulan sejak awal tahun, dan ini mengindikasikan adanya sirkulasi aktif virus di tengah masyarakat,” ujar Samsuri, Rabu (6/8/2025).

Samsuri menjelaskan, mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi lengkap campak-rubella. Namun, tidak sedikit pula kasus yang muncul pada remaja dan dewasa muda, yang imunisasinya tidak tuntas atau sistem imunnya menurun.

Dalam merespons kondisi ini, Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain melakukan surveilans ketat, tracing kasus secara aktif, serta mendorong cakupan imunisasi ulang di wilayah rawan. Pemerintah juga menggandeng lintas sektor, termasuk tokoh masyarakat dan dunia pendidikan, agar bisa mempercepat proses edukasi dan sosialisasi di lapisan akar rumput.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Ini butuh kolaborasi semua pihak, termasuk peran orang tua dalam memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap,” tegas Samsuri.

Selain memperluas cakupan imunisasi, Dinkes P2KB juga meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam mendeteksi dini dan menangani gejala campak. Pasien dengan gejala seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, dan mata merah, diminta segera mendatangi pusat layanan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kami imbau masyarakat tidak menunda pengobatan jika muncul gejala. Campak bukan penyakit ringan. Jika terlambat ditangani, bisa menyebabkan radang paru, diare berat, hingga kerusakan otak,” ujar Samsuri lagi.

Dinkes P2KB menargetkan dalam dua bulan ke depan, kasus bisa ditekan secara signifikan lewat upaya terpadu dan massif. Selain itu, sistem pelaporan dari fasilitas kesehatan juga terus ditingkatkan untuk memastikan setiap kasus terdata dan ditangani sesuai prosedur.

Baca Juga :  JEMBATAN PENGHUBUNG BRINGSANG-AENGANYAR AMBRUK, PEMERINTAH BERGERAK CEPAT TANGANI KORBAN DAN PASTIKAN PEMBANGUNAN ULANG

Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak seluruh warga untuk lebih waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta aktif mengikuti program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan.

“Menghadapi campak, kunci utamanya adalah deteksi dini, imunisasi lengkap, dan kepedulian bersama. Karena satu anak yang tidak divaksin, bisa membahayakan seluruh lingkungan.” pungkas Samsuri. (REDJAVA****)

Follow WhatsApp Channel javanetwork.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

BERITA TERKAIT

PN Sumenep Nilai Lomba Masak Forkopimda Jadi Momentum Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi
Polsek Masalembu Ungkap Kasus Curat, Dua Pelaku Ditangkap, Barang Bukti Berhasil Diamankan
Jambore Nasional XII 2026 Jadi Ajang Pembuktian, 39 Pramuka Sumenep Resmi Diberangkatkan
Semarak HUT ke-81 RI Menggema di Dasuk, Puluhan Lomba Siap Satukan Masyarakat dalam Semangat Merah Putih
Wabup Sumenep Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026, Titip Misi Besar Jaga Nama Baik Daerah
MTs Unggulan Sains Al-Qur’an Insan Kamil Resmi Kantongi Izin Operasional, Kemenag Sumenep Dorong Lahirnya Madrasah Berprestasi
Rutan Sumenep Jadi Laboratorium Hukum, Siswa Binar Junior High School Belajar Langsung Sistem Pemasyarakatan
Mahasiswa STITA Aqidah Usymuni Belajar Langsung Sistem Pendidikan Malaysia, Bawa Pulang Inspirasi untuk Sekolah di Indonesia

BERITA TERKAIT

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:22 WIB

PN Sumenep Nilai Lomba Masak Forkopimda Jadi Momentum Pererat Silaturahmi dan Kolaborasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Polsek Masalembu Ungkap Kasus Curat, Dua Pelaku Ditangkap, Barang Bukti Berhasil Diamankan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Jambore Nasional XII 2026 Jadi Ajang Pembuktian, 39 Pramuka Sumenep Resmi Diberangkatkan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Semarak HUT ke-81 RI Menggema di Dasuk, Puluhan Lomba Siap Satukan Masyarakat dalam Semangat Merah Putih

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Wabup Sumenep Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional 2026, Titip Misi Besar Jaga Nama Baik Daerah

BERITA TERBARU