JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah meningkatnya tinggi gelombang di perairan Jawa Timur, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget memastikan aktivitas pelayaran tetap berjalan dengan standar keselamatan ketat.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi risiko akibat perubahan cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 16 Februari 2025.
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, menegaskan bahwa pihaknya telah menerapkan prosedur pengawasan ketat sebelum menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal yang akan bertolak dari Pelabuhan Kalianget.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak akan mengambil risiko sekecil apa pun. Setiap kapal yang diizinkan berlayar telah melalui serangkaian pemeriksaan ketat dan mendapatkan rekomendasi dari BMKG terkait kondisi cuaca,” ungkap Azwar, Jumat (14/2/2025).
Sejak 12 Februari, tercatat sembilan kapal telah mengantongi izin berlayar, yang terdiri dari satu kapal perintis dan delapan Kapal Layar Motor. Hingga saat ini, aktivitas pelabuhan masih terkendali dan tidak terjadi antrean kapal maupun penumpukan penumpang.
Meski demikian, KSOP tidak menutup kemungkinan adanya penundaan jadwal keberangkatan apabila kondisi laut memburuk.
“Kami selalu mengutamakan keselamatan. Jika situasi mengharuskan penundaan, maka itu adalah langkah terbaik demi menghindari potensi kecelakaan laut,” tegas Azwar.
Lebih lanjut, pihak KSOP Kalianget juga mengimbau masyarakat, terutama pengguna jasa pelayaran, untuk tetap memperhatikan informasi resmi terkait cuaca dan mengikuti arahan petugas pelabuhan.
“Koordinasi lintas sektor berjalan baik, sehingga kami optimistis pelayaran dari dan ke Pelabuhan Kalianget tetap aman dan terkendali,” tutupnya.
Keputusan tegas KSOP Kalianget ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama kalangan pelaku usaha dan pengguna jasa transportasi laut, yang menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan publik. (REDJAVA****)








