JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam membekali tenaga kerja lokal dengan keterampilan yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui Dinas Tenaga Kerja, Pemkab resmi membuka Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK Komunitas Nurul Islam, Karang Cempaka, Kecamatan Bluto, Kamis (10/7/2025).
Program pelatihan ini menghadirkan dua unit kompetensi unggulan yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini, yakni Desain Grafis dan Multimedia. Menariknya, pelatihan ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, memberikan ruang yang cukup bagi peserta untuk mendalami teori sekaligus praktik keterampilan secara intensif.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumenep yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Dinas, dr. Kusmuni.
Dalam sambutannya, dr. Kusmuni menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas program tahunan, melainkan bagian dari strategi Pemkab Sumenep dalam menyiapkan generasi tenaga kerja yang unggul dan mandiri.
“Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan keterampilan tenaga kerja, agar mampu menjawab tantangan global dan memenuhi kebutuhan pasar kerja. Harapannya, peserta tidak hanya siap masuk dunia kerja, tetapi juga mampu mandiri, berinovasi, dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di sekitarnya,” kata dr. Kusmuni.
Ia juga menekankan bahwa keilmuan dan praktik yang diperoleh selama pelatihan hendaknya diterapkan secara nyata dalam kehidupan, baik untuk membuka peluang usaha mandiri maupun merintis karier profesional di bidang kreatif digital.

BLK Komunitas Nurul Islam yang diasuh oleh KH. Ilyasi Siradj menjadi mitra penting dalam menyukseskan kegiatan ini. Sinergi antara lembaga keagamaan dengan pelatihan vokasi berbasis teknologi ini dianggap sebagai terobosan strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa berbasis keterampilan.
“Dengan pelatihan selama satu bulan ini, Disnaker Sumenep berharap akan lahir generasi muda desa yang adaptif terhadap perubahan zaman, mampu bersaing di pasar kerja, dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari sektor kreatif,” pungkasnya. (REDJAVA****)











