JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pekan ke3 bulan September 2024, Kabid GTK Disdik Sumenep Akhmad Fairusi, SPd, M.AP kembali turun kebawah untuk melanjutkan perjalanan memberikan sosialisasi pembinaan Program Sekolah Responsif Gender (SRG) bersama KKKS Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.
Bertempat di bekas Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Batang-Batang turut dihadiri Kabid GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, SPd, M.AP beserta tim, Pengawas SD dan KKKS se-Kecamatan Batang-Batang dan Kepala SDI, Selasa (17/09/2024).
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi, SPd, M.AP menekankan bahwa Program Sekolah Responsif Gender (SRG) harus benar-benar dijalankan di semua lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep.
“Oleh karena itu, Program Sekolah Responsif Gender (SRG) ini harus benar-benar diterapkan di sekolah yang ada. Dan itu akan menciptakan pendidikan yang berkualitas tanpa adanya tindakan kekerasan, bullying ataupun perundungan sehingga akan membentuk karakter anak didik yang unggul,” kata Kabid GTK Akhmad Fairusi SPd, M.AP dihadapan peserta pembinaan.
Pihaknya meminta kepada semua elemen di bidang pendidikan yang ada, baik itu Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah ataupun guru, khususnya di Kecamatan Batang-Batang untuk selalu dan terus memantau secara maksimal terhadap siswa-siswi, termasuk apabila melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler agar tidak sampai terjadi hal-hal atau tindakan-tindakan melanggar aturan.
Menurut dirinya, kegiatan diluar sekolah atau ekstrakurikuler itu sangatlah berbeda jauh dengan di dalam jam sekolah. Kalau di kegiatan ekstrakurikuler mulai dulu agak renggang soal pengawasan dan pemantauannya. Untuk itu kedepan pihaknya meminta urusan itu untuk diperketat.
“Sehingga apa yang kita takutkan dan kuatirkan tidak perlu terjadi lagi, seperti beberapa waktu lalu yang menimpa Disdik Sumenep. Komitmen kita kedepan di dunia pendidikan di Sumenep tidak akan pernah terjadi lagi istilah perselingkuhan, tindakan kekerasan dan bullying kepada anak didik dan lain sebagainya,” tegasnya.
Dan apabila itu sampai terjadi kembali, kata Fairuz sapaannya menyebut sanksi siap dan sudah menanti, dari sanksi ringan hingga sanksi pemberhentian secara tidak hormat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebagaimana telah diatur di PP Nomor 94 tahun 2021 dan Peraturan BKN Nomor 6 tahun 2022.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada pengawas sekolah dan KKKS dan guru untuk selalu dan tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada sekolah, khususnya kepada peserta anak didik sebagaimana telah diamanahkan oleh Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH.
“Dan apabila tugas dan tanggung jawab bapak-bapak dan ibu-ibu sudah dilakukan dengan benar maka apa menjadi hak dan kewajiban para bapak-bapak ibu-ibu sekalian akan juga diperhatikan oleh Dinas Pendidikan, khususnya Bapak Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH,” ungkapnya.
“Beliau (Bupati Fauzi) selalu mengingatkan kepada Disdik Sumenep. Tolong perhatikan kesejahteraan mereka (guru) jangan sampai ada kata lambat. Jadi sekali lagi saya tegaskan kembali jangan main-main lagi. Kita harus komitmen memberikan yang terbaik kepada anak-anak didik kita,” tambah Kabid GTK dengan tegas.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Batang-Batang, Suhartono, SPd menyatakan komitmennya bersama Pengawas Sekolah dan guru se-Kecamatan Batang-Batang untuk menerapkan apa yang telah disampaikan oleh Kabid GTK Disdik Sumenep.
“Yaitu melaksanakan apa menjadi tugas dan kewajiban utamanya sebagai tenaga pendidik dan sesegera mungkin untuk menerapkan Program Pembinaan Sekolah Responsif Gender (SRG) di sekolah yang ada di Kecamatan Batang-Batang,” ujar Suhartono, SPd.
Lebih lanjut Ketua KKKS Kecamatan Batang-Batang, Suhartono, SPd memaparkan di hadapan Kabid GTK Disdik Sumenep, bahwa di Kecamatan Batang-Batang ada sekolah dasar (SD) yang sudah menerapkan Program Pembinaan Sekolah Responsif Gender (SRP).
“Yakni SDN Batang-Batang Daya 1 dan SDN Dapenda 1, dan selebihnya kita dalam proses dan komitmen pada tahun ini akan terlaksana semuanya. Itu semuanya demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumenep, khususnya di Kecamatan Batang-Batang,” tandasnya. (REDJAVA****)












