JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Di tengah riuh tepuk tangan atas kemenangan atlet muda Dwiki Virly dalam Kejuaraan Atletik Open di Lapangan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebuah kabar mengejutkan dan penuh teka-teki datang dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sumenep.
Rupanya, Dwiki bukan satu-satunya bintang. Ada satu lagi, yang justru selama ini sengaja disimpan rapat oleh PB PASI Sumenep. Sosok yang oleh Ketua PASI Sumenep, Abdul Moedjib, dijuluki “amunisi rahasia” itu tengah dipersiapkan untuk misi besar: mewakili Indonesia dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand akhir tahun.
Dia adalah Maulana Ismail, atlet asal Desa Tamba Agung, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Bukan sekadar atlet daerah, Maulana merupakan siswa aktif di Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Sidoarjo, sebuah institusi pendidikan yang selama ini dikenal sebagai kawah candradimuka bagi calon atlet nasional.
“Maulana ini luar biasa. Dia baru saja menjuarai dua event internasional bergengsi, satu di Dubai dan satu lagi di Singapura. Tapi kami memang belum banyak mengangkat ke publik, karena dia sedang fokus penuh pada latihan dan persiapan menuju SEA Games 2025,” ujar Abdul Moedjib, Sabtu (10/05/2025).
Menurut Moedjib, keputusan untuk ‘menyembunyikan’ Maulana bukan tanpa alasan. Ini bagian dari strategi pembinaan jangka panjang PASI Sumenep. Mereka ingin menjauhkan atlet ini dari eksposur berlebihan yang bisa mengganggu fokus dan konsentrasinya.

“Dwiki memang menyita perhatian saat ini. Tapi di balik layar, kami menyiapkan Maulana sebagai kekuatan baru Indonesia. Kami tidak sedang mengejar sensasi, kami sedang membangun fondasi prestasi,” ungkapnya.
Maulana kini menjalani program pelatihan intensif di bawah supervisi pelatih nasional. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan mengikuti serangkaian uji coba dan pemusatan latihan sebagai bagian dari seleksi akhir tim atletik nasional untuk SEA Games.
Sementara itu, keberhasilan PB PASI Sumenep secara umum dinilai sebagai buah dari komitmen pembinaan atletik yang konsisten. Mulai dari rekrutmen usia dini, pembinaan teknis yang terukur, hingga sinergi dengan sekolah olahraga nasional seperti SMANOR Sidoarjo menjadi kunci keberhasilan.
Tak lupa, Abdul Moedjib mengajak masyarakat Sumenep dan Madura mendoakan kesuksesan Maulana.
“Doa dan dukungan dari masyarakat sangat kami butuhkan. Kalau nanti Maulana naik podium sambil membawa bendera Merah Putih, itu bukan hanya kemenangan dia tapi kemenangan kita semua,” pungkasnya. (REDJAVA****)












