JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP – Pemerintah Desa Badur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, mulai melakukan langkah-langkah konkret dalam rangka menyambut event budaya tahunan Ojung yang dijadwalkan akan digelar pada Sabtu, 17 Mei 2025 mendatang di kawasan Pantai Badur.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku UMKM di desa setempat.
Kepala Desa Badur, Atnawi, S.E., dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah strategi untuk memastikan momentum budaya tersebut memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu fokus utama adalah mendorong partisipasi para nelayan agar dapat mengelola Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama yang berkaitan dengan produk-produk hasil laut segar seperti ikan bakar, pepes ikan, serta aneka olahan khas pesisir lainnya.
“Event budaya Ojung ini tidak hanya soal tradisi, tetapi juga peluang. Kami ingin para nelayan tidak hanya menggantungkan hidup dari hasil tangkap laut semata, tetapi juga mulai mengelola hasil tangkap itu menjadi produk yang bisa langsung dijual ke pengunjung,” ungkap Atnawi kepada media ini, Sabtu (12/4/2025).
Menurutnya, Pantai Badur selama ini sudah dikenal sebagai destinasi wisata lokal yang memiliki pesona alam yang khas.
Namun potensi ekonominya belum tergarap maksimal. Melalui event ini, Atnawi ingin membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi, terutama dengan mengintegrasikan sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif secara simultan.
Langkah-langkah awal persiapan, lanjutnya, sudah dimulai sejak hari ini dan akan terus dilakukan hingga pelaksanaan acara.
Pemerintah desa Badur sendiri akan memberikan pendampingan, pelatihan dasar kewirausahaan, hingga fasilitasi tempat usaha sementara bagi para nelayan yang bersedia membuka lapak makanan atau produk olahan laut selama acara berlangsung.
“Kami menargetkan sebanyak-banyaknya nelayan bisa terlibat, karena ini bagian dari pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Harapan kami, geliat UMKM ini tidak hanya muncul saat event saja, tetapi bisa berlanjut sebagai kegiatan ekonomi harian masyarakat Badur,” tegas Atnawi.
Ia juga menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait di tingkat kecamatan maupun kabupaten, akan terus diintensifkan untuk mendukung persiapan teknis, promosi acara, serta potensi pendanaan tambahan.
Tidak hanya UMKM, tetapi juga aspek seni budaya lokal lainnya akan diberi ruang dalam gelaran tersebut.
Event Ojung sendiri merupakan tradisi khas Madura yang menjadi simbol ketangguhan, sportivitas, serta semangat persaudaraan antarwarga.
Atraksi Ojung biasanya menyedot perhatian ratusan hingga ribuan pengunjung, baik dari Sumenep maupun dari luar daerah, karena sarat dengan nilai-nilai budaya dan hiburan.
“Dengan perpaduan antara tradisi dan pemberdayaan ekonomi, kami ingin menjadikan Pantai Badur sebagai titik tumbuh baru dalam peta destinasi budaya dan ekonomi kreatif di Sumenep,” pungkas Atnawi. (REDJAVA****)








