Panen Teknologi di Kasengan, Bupati Fauzi Dorong Sumenep Masuk Era Smart Farming

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Kagum Melon Machida di Manding, Sumenep Siap Jadi Pusat Smart Farming Milenial

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Kagum Melon Machida di Manding, Sumenep Siap Jadi Pusat Smart Farming Milenial

JAVANETWORK.CO.ID.SUMENEP — Kabupaten ujung timur Pulau Madura, Sumenep kembali mencatatkan langkah penting dalam peta transformasi pertanian nasional.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., meninjau langsung kawasan smart farming hortikultura di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Senin (19/1/2026), dan menyatakan optimisme besar terhadap masa depan pertanian berbasis teknologi di ujung timur Madura.

Didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid, Bupati Fauzi memasuki green house milik Khalik, petani milenial yang mengembangkan budidaya melon menggunakan metode Machida teknologi pertanian modern asal Jepang yang kini diuji coba di Sumenep.

Metode Machida memungkinkan satu batang tanaman melon menghasilkan 20 hingga 30 buah, sebuah lompatan produktivitas yang dinilai mampu mengubah wajah pertanian konvensional.

Baca Juga :  Pemdes Pabian Bentuk Pengurus Kopdes Merah Putih, Dukung Program Prioritas Nasional

Di dalam green house, Bupati meninjau detail teknis mulai dari sistem tanam, manajemen nutrisi, hingga perawatan tanaman. Ia juga ikut memanen dan mencicipi langsung hasil panen melon tersebut.

“Ini bukan sekadar panen melon, tetapi panen harapan bagi masa depan pertanian Sumenep. Kualitasnya sangat baik teksturnya renyah, manisnya pas, dan memiliki standar yang bisa bersaing di pasar modern,” kata Bupati Fauzi disela-sela kegiatan.

Menurutnya, keunggulan metode Machida tidak hanya terletak pada jumlah hasil, tetapi juga pada efisiensi lahan dan konsistensi kualitas, yang selama ini menjadi tantangan utama petani.

“Kalau metode seperti ini diterapkan secara serius dan masif, pertanian kita tidak lagi bergantung pada cara lama. Ini adalah model pertanian presisi yang menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati Fauzi menegaskan bahwa Desa Kaseangan, khususnya Dusun Oro, harus diproyeksikan sebagai laboratorium hidup smart farming dan pusat pembelajaran bagi generasi muda.

“Saya ingin kawasan ini menjadi pusat pelatihan smart farming bagi anak-anak muda. Lahan tidak produktif harus kita ubah menjadi ruang belajar, ruang usaha, dan ruang masa depan bagi milenial desa,” harap Bupati Fauzi.

Sementara itu, Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, menilai penerapan metode Machida di Sumenep sebagai contoh konkret modernisasi pertanian berbasis teknologi.

“Metode Machida menekankan efisiensi produksi, kualitas hasil, dan pengendalian yang presisi. Ini adalah wajah baru pertanian Indonesia yang sedang kita dorong,” ungkap Dewo.

Pihaknya menambahkan, keberanian petani milenial seperti Khalik menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi sektor pertanian.

“Keterlibatan generasi muda adalah modal strategis. Mereka lebih adaptif terhadap teknologi, dan ini membuka peluang besar bagi pertanian yang berkelanjutan serta bernilai ekonomi tinggi,” tandasnya.

Kunjungan Bupati Sumenep tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan smart farming sebagai arah kebijakan pembangunan pertanian bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata dari desa untuk Indonesia. (REDJAVA/$$$)

Baca Juga :  Perhatian Bupati Fauzi kepada Petani Tembakau

Berita Terkait

Pelepasan 58 Siswa SDN Pandian 1 Sumenep Berlangsung Khidmat, Haru dan Bahagia Berbaur Jadi Satu
Audiensi FWS di Komisi I DPRD Sumenep Berlangsung Gayeng, Dorong Tata Kelola e-Katalog dan Anggaran Publikasi Lebih Transparan
Percasi Sumenep Genjot Latihan Intensif, Bidik Prestasi Gemilang di Kejurprov Catur Jawa Timur 2026
Usai Pulang Takziah, Warga Pulau Giliraja Dikejutkan Rumahnya Ludes Terbakar, Polisi Sebut Diduga Akibat Korsleting Listrik
Menjaga Asa Pendidikan, Pemkab Sumenep Mulai Proses Pencairan Beasiswa bagi 126 Mahasiswa
Hallo Masyarakat Sumenep, Saatnya Dukung Jagoan Anda di Semifinal Festival Karaoke Dangdut Bupati Sumenep Cup 2026
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, BPS Sumenep Bangun Sinergi Strategis dengan Polres
Di Tengah Langit Mendung, KBS Sumenep Tebar Kebahagiaan Lewat 105 Bungkus Nasi BUNGTURAT

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:06 WIB

Pelepasan 58 Siswa SDN Pandian 1 Sumenep Berlangsung Khidmat, Haru dan Bahagia Berbaur Jadi Satu

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:21 WIB

Audiensi FWS di Komisi I DPRD Sumenep Berlangsung Gayeng, Dorong Tata Kelola e-Katalog dan Anggaran Publikasi Lebih Transparan

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:07 WIB

Percasi Sumenep Genjot Latihan Intensif, Bidik Prestasi Gemilang di Kejurprov Catur Jawa Timur 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:22 WIB

Usai Pulang Takziah, Warga Pulau Giliraja Dikejutkan Rumahnya Ludes Terbakar, Polisi Sebut Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:29 WIB

Menjaga Asa Pendidikan, Pemkab Sumenep Mulai Proses Pencairan Beasiswa bagi 126 Mahasiswa

Berita Terbaru