JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Mahkamah Agung Republik Indonesia yang bersamaan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Pengadilan Agama (PA) Sumenep menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Gebyar 80 Tahun”.
Acara ini dikemas penuh semangat, keceriaan, dan nilai kebersamaan dengan mengusung tema besar “Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat”.
Kegiatan ini menghadirkan tiga jenis perlombaan unik yang melibatkan seluruh aparatur peradilan, mulai dari lomba ketangkasan, kerja sama tim, hingga pertandingan olahraga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semua dirancang untuk membangkitkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan kerja.
Ketua Pengadilan Agama Sumenep, Moh. Jatim, S.Ag., M.H.I., menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum reflektif untuk menghormati nilai-nilai perjuangan bangsa dan mengokohkan integritas lembaga peradilan.
“Gebyar 80 Tahun ini adalah wujud nyata dari semangat Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat. Kami ingin menguatkan kebersamaan internal, menanamkan semangat kebangsaan, dan memperteguh komitmen melayani masyarakat secara adil dan bermartabat,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (09/08/2025).
Kegiatan dibuka pada Jumat, 8 Agustus 2025, dengan dua lomba yang berlangsung hangat dan penuh antusias:
– Corong Kemerdekaan (09.00–10.30 WIB), lomba memindahkan air dengan corong yang menekankan koordinasi dan komunikasi antar tim.
– Aksi Sumpit Merdeka (13.30–15.00 WIB), lomba ketangkasan memindahkan kacang dengan sumpit, simbol kesabaran dan konsentrasi yang relevan dalam tugas peradilan.
Rangkaian ini dilanjutkan pada Senin–Selasa, 11–12 Agustus 2025, melalui Lomba Pingpong Juang 45, yakni pertandingan tenis meja ganda putra dan putri. Selain memupuk semangat kompetisi sehat, olahraga ini mempererat solidaritas di antara aparatur PA Sumenep.

Seluruh aparatur diwajibkan berpartisipasi, bukan sekadar untuk memeriahkan acara, tetapi sebagai bentuk nyata membangun budaya kerja harmonis, humanis, dan berkarakter.
“Lembaga peradilan bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang untuk tumbuh bersama. Ketika kita kuat di dalam, kita akan kokoh dalam melayani masyarakat,” tambah Moh. Jatim.
Bagi PA Sumenep, Gebyar HUT ke-80 MA & RI bukan sekadar selebrasi usia, melainkan cermin tekad untuk terus mengawal nilai kemerdekaan dan kedaulatan negara melalui pelayanan hukum yang adil dan bermartabat.
“Semangat perjuangan dapat terus dirawat tidak hanya dengan upacara dan pidato, tetapi juga lewat tawa, kebersamaan, dan kerja sama tulus dari hati,” pungkasnya. (REDJAVA****)










