JAVANETWORK.CO.ID, SUMENEP — Usai sukses menggelar DIGI RAJAFESTA 3.0 yang berfokus pada sosialisasi digitalisasi bersama pelajar dan guru SMAN 1 Sumenep, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep kini melangkah lebih konkret.
Melalui Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pendapatan Daerah (P3EPD), Bapenda menggelar High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kamis (19/6/2025) kemarin.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH dan dihadiri Kepala Bapenda Faruk Hanafi, S.Sos, M.Si, Kadis Kominfo Indra Wahyudi, perwakilan BI Jawa Timur di Surabaya, serta para pelaku UMKM dari kawasan Taman Tajamara dan pelaku UMKM Pasar Minggu Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, kegiatan ini menandai fase implementatif dari agenda digitalisasi ekonomi daerah, khususnya pada sektor riil.
Para pelaku UMKM Pasar Minggu dan dari kawasan Taman Tajamara diajak berdialog langsung dan mengikuti simulasi transaksi non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Jika pada DIGI RAJAFESTA 3.0 digitalisasi masih sebatas pengenalan konsep, sosialisasi, dan edukasi umum, maka High Level Meeting TP2DD ini menjadi momen turun lapangan untuk memastikan pemanfaatan teknologi digital benar-benar menyentuh praktik usaha sehari-hari.
“Digitalisasi bukan wacana. Tidak cukup hanya dengan festival. Kami ingin pelaku UMKM benar-benar bisa mengakses, memahami, dan memanfaatkan sistem pembayaran digital. Hari ini adalah buktinya,” kata Suhermanto kepada media ini, Jumat (20/06/2025).
Ia menyampaikan bahwa digitalisasi transaksi melalui QRIS akan memperluas peluang pembiayaan, menciptakan rekam jejak keuangan yang kredibel, dan membuka akses pelaku usaha kecil untuk terlibat dalam ekosistem ekonomi formal dan pengadaan barang/jasa pemerintah.
“UMKM yang sudah digital akan lebih dipercaya oleh lembaga keuangan, lebih efisien dalam transaksi, dan punya peluang naik kelas,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para pelaku UMKM. Selain memberikan apresiasi atas pendampingan digital dari pemerintah, mereka juga berharap kegiatan ini berlanjut dalam bentuk pelatihan teknis, pendampingan intensif, dan fasilitasi onboarding ke ekosistem QRIS.
Acara ditutup dengan simulasi langsung transaksi digital menggunakan QRIS, yang tidak hanya bersifat edukatif, tapi juga sebagai validasi kesiapan pelaku usaha lokal dalam menyongsong era ekonomi digital.
“Melalui TP2DD, Pemkab Sumenep menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha adalah fondasi penting membangun ekonomi daerah yang tangguh, adaptif, dan berbasis teknologi,” pungkas Suhermanto. (REDJAVA****)









